Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor XI-MPR-1998 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Pasal 1
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik INDONESIA berketetapan untuk memfungsikan secara
proporsional dan benar Lembaga Tertinggi Negara, Lembaga Kepresidenan dan Lembaga-
lembaga Tinggi Negara lainnya, sehingga penyelenggaraan negara berlangsung sesuai dengan
UNDANG-UNDANG Dasar 1945
Pasal 2
(1) Penyelenggara negara pada Lembaga-lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus
melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab kepada masyarakat,
bangsa, dan negara.
(2) Untuk menjalankan fungsi dan tugasnya tersebut, penyelenggara negara harus jujur, adil,
terbuka, dan terpercaya serta mampu membebaskan diri dari praktek korupsi, kolusi dan
nepotisme.
Pasal 3
(1) Untuk menghindarkan praktek-praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme, seseorang yang
dipercaya menjabat suatu jabatan dalam penyelenggaraan negara harus bersumpah sesuai
dengan agamanya, harus mengumumkan dan bersedia diperiksa kekayaannya sebelum dan
setelah menjabat.
(2) Pemeriksaan atas kekayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di atas dilakukan oleh
suatu lembaga yang dibentuk oleh Kepala Negara yang keanggotaannya terdiri dari
pemerintah dan masyarakat.
(3) Upaya pemberantasan tindak pidana korupsi dilakukan secara tegas dengan melaksanakan
secara konsisten UNDANG-UNDANG tindak pidana korupsi.
Pasal 4
Upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme harus dilakukan secara tegas terhadap
siapapun juga, baik pejabat negara, mantan pejabat negara, keluarga, dan kroninya maupun
pihak swasta/konglemerat termasuk mantan PRESIDEN Soeharto dengan tetap memperhatikan
prinsip praduga tak bersalah dan hak-hak azasi manusia.
Pasal 5
Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Ketetapan ini diatur lebih lanju dengan UNDANG-UNDANG.
Pasal 6
Ketetapan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 13 Nopember 1998
