(1) Dalam hal Wajib Pajak mengajukan keberatan dan tidak mengajukan
permohonan banding, pelunasan atas jumlah pajak yang belum dibayar
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (3) atau ayat (3a) Undang-Undang
dilakukan paling lama 1 (satu) bulan sejak tanggal penerbitan Surat
Keputusan Keberatan.
(2) Dalam hal Wajib Pajak mengajukan permohonan banding, pelunasan atas
jumlah pajak yang belum dibayar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat
(3) atau ayat (3a) Undang-Undang dilakukan paling lama 1 (satu) bulan sejak
tanggal penerbitan Putusan Banding.
(3) Dalam hal Wajib Pajak menyetujui seluruh jumlah pajak yang masih harus
dibayar dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan, pelunasan atas jumlah
pajak yang masih harus dibayar dilakukan paling lama 1 (satu) bulan sejak
tanggal penerbitan surat ketetapan pajak sebagaimana dimaksud dalam
### Pasal 9 ayat (3) Undang-Undang.
(4) Dalam hal Wajib Pajak usaha kecil dan Wajib Pajak di daerah tertentu
menyetujui seluruh jumlah pajak yang masih harus dibayar dalam
Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan, pelunasan atas jumlah pajak yang
masih harus dibayar dilakukan paling lama 2 (dua) bulan sejak tanggal
penerbitan surat ketetapan pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9
ayat (3a) Undang-Undang.
(5) Dalam hal Wajib Pajak tidak melunasi jumlah pajak yang masih dibayar
dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3),
dan ayat (4), pajak yang masih harus dibayar tersebut ditagih dengan
terlebih dahulu menerbitkan Surat Teguran.
(6) Surat Teguran sebagaimana dimaksud pada ayat (5) disampaikan setelah 7
(tujuh) hari sejak saat jatuh tempo pembayaran sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4).
(7) Dalam hal Wajib Pajak tidak menyetujui sebagian atau seluruh jumlah pajak
yang masih harus dibayar dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dan
Wajib Pajak tidak mengajukan keberatan, Surat Teguran sebagaimana
dimaksud pada ayat (5) disampaikan setelah 7 (tujuh) hari sejak saat jatuh
tempo pengajuan keberatan.
(8) Dalam . . .
---
(8) Dalam hal Wajib Pajak tidak menyetujui sebagian atau seluruh jumlah pajak
yang masih harus dibayar dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dan
Wajib Pajak tidak mengajukan permohonan banding atas keputusan
keberatan, Surat Teguran sebagaimana dimaksud pada ayat (5) disampaikan
setelah 7 (tujuh) hari sejak saat jatuh tempo pengajuan permohonan
banding.
(9) Dalam hal Wajib Pajak tidak menyetujui sebagian atau seluruh jumlah pajak
yang masih harus dibayar dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dan
Wajib Pajak mengajukan permohonan banding atas keputusan keberatan,
Surat Teguran sebagaimana dimaksud pada ayat (5) disampaikan setelah 7
(tujuh) hari sejak saat jatuh tempo pelunasan pajak yang masih harus
dibayar berdasarkan Putusan Banding.
(10) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan penagihan pajak atas
jumlah pajak yang masih harus dibayar diatur dengan atau berdasarkan
Peraturan Menteri Keuangan.