(1) Kementerian Ketenagakerjaan berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Presiden.
(2) Kementerian Ketenagakerjaan dipimpin oleh Menteri.
Ditetapkan: 2020-01-01
(1) Kementerian Ketenagakerjaan berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Presiden.
(2) Kementerian Ketenagakerjaan dipimpin oleh Menteri.
(1) Dalam memimpin Kementerian Ketenagakerjaan,
Menteri dibantu oleh Wakil Menteri sesuai dengan
penunjukan Presiden.
(2) Wakil Menteri diangkat dan diberhentikan oleh
Presiden.
(3) Wakil Menteri berada di bawah dan bertanggung
jawab kepada Menteri.
(4) Wakil Menteri mempunyai tugas membantu Menteri
dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian
Ketenagakerjaan.
(5) Ruang lingkup bidang tugas Wakil Menteri
sebagaimana dimaksud pada ayat (4), meliputi:
---
2020, No.213 -3-
pelaksanaan kebijakan Kementerian
Ketenagakerjaan; dan
pencapaian kebijakan strategis lintas unit
organisasi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya atau
Eselon I di lingkungan Kementerian
Ketenagakerjaan.
Menteri dan Wakil Menteri merupakan satu kesatuan
unsur pemimpin kementerian.
Kementerian Ketenagakerjaan mempunyai tugas
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang
ketenagakerjaan untuk membantu Presiden dalam
menyelenggarakan pemerintahan negara.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
### Pasal 4, Kementerian Ketenagakerjaan menyelenggarakan
fungsi:
bidang peningkatan kompetensi dan daya saing tenaga
kerja serta produktivitas, peningkatan penempatan
tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja,
peningkatan hubungan industrial dan jaminan sosial
tenaga kerja, serta pengawasan ketenagakerjaan dan
keselamatan dan kesehatan kerja;
- koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan
pemberian dukungan administrasi kepada seluruh
unsur organisasi di lingkungan Kementerian
Ketenagakerjaan;
menjadi tanggung jawab Kementerian Ketenagakerjaan;
- pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan
---
2020, No.213 -4-
Kementerian Ketenagakerjaan;
- pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas
pelaksanaan urusan Kementerian Ketenagakerjaan di
daerah;
teknologi informasi dan data ketenagakerjaan, serta
pengembangan kebijakan di bidang ketenagakerjaan; dan
- pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif
kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan
Kementerian Ketenagakerjaan.
ORGANISASI
Bagian Kesatu
Susunan Organisasi
Susunan Organisasi Kementerian Ketenagakerjaan terdiri
atas:
- Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan
Produktivitas;
Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja;
- Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan
Jaminan Sosial Tenaga Kerja;
Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan
Kerja;
---
2020, No.213 -5-
Bagian Kedua
Sekretariat Jenderal
(1) Sekretariat Jenderal berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Menteri.
(2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris
Jenderal.
Sekretariat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan
koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian
dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di
lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
### Pasal 8, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi:
anggaran Kementerian Ketenagakerjaan;
- pembinaan dan pemberian dukungan administrasi
yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan,
kerumahtanggaan, kerja sama, hubungan masyarakat,
arsip, dan dokumentasi Kementerian Ketenagakerjaan;
- pembinaan dan penataan organisasi dan tata laksana;
undangan serta pelaksanaan advokasi hukum;
negara dan layanan pengadaan barang/ jasa; dan
---
2020, No.213 -6-
Bagian Ketiga
Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi
dan Produktivitas
(1) Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan
Produktivitas berada di bawah dan bertanggung jawab
kepada Menteri.
(2) Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan
Produktivitas dipimpin oleh Direktur Jenderal.
Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan
Produktivitas mempunyai tugas menyelenggarakan
perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang
peningkatan kompetensi dan daya saing tenaga kerja serta
produktivitas.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
### Pasal 11, Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi
dan Produktivitas menyelenggarakan fungsi:
- perumusan kebijakan di bidang standardisasi
kompetensi, kelembagaan pelatihan vokasi,
penyelenggaraan pelatihan vokasi, pemagangan, dan
produktivitas, serta pembinaan instruktur dan tenaga
pelatihan;
- pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi
kompetensi, kelembagaan pelatihan vokasi,
penyelenggaraan pelatihan vokasi, pemagangan, dan
produktivitas, serta pembinaan instruktur dan tenaga
pelatihan;
- penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di
bidang standardisasi kompetensi, kelembagaan
pelatihan vokasi, penyelenggaraan pelatihan vokasi,
pemagangan, dan produktivitas;
---
2020, No.213 -7-
standardisasi kompetensi, kelembagaan pelatihan
vokasi, penyelenggaraan pelatihan vokasi,
pemagangan, dan produktivitas;
standardisasi kompetensi, kelembagaan pelatihan
vokasi, penyelenggaraan pelatihan vokasi,
pemagangan, dan produktivitas, serta pembinaan
instruktur dan tenaga pelatihan;
Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas; dan
Bagian Keempat
Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan
Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja
(1) Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja
dan Perluasan Kesempatan Kerja berada di bawah
dan bertanggung jawab kepada Menteri.
(2) Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja
dan Perluasan Kesempatan Kerja dipimpin oleh
Direktur Jenderal.
Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja
dan Perluasan Kesempatan Kerja mempunyai tugas
menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan
di bidang pembinaan penempatan tenaga kerja dan
perluasan kesempatan kerja.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
### Pasal 14, Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan
Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja
menyelenggarakan fungsi:
---
2020, No.213 -8-
pelindungan tenaga kerja dalam dan luar negeri,
perluasan kesempatan kerja, pengendalian
penggunaan tenaga kerja asing, dan pembinaan
pengantar kerja;
pelindungan tenaga kerja dalam dan luar negeri,
perluasan kesempatan kerja, pengendalian
penggunaan tenaga kerja asing, serta pembinaan
pengantar kerja;
bidang penempatan dan pelindungan tenaga kerja
dalam dan luar negeri, perluasan kesempatan kerja,
dan pengendalian penggunaan tenaga kerja asing;
- pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
penempatan dan pelindungan tenaga kerja dalam dan
luar negeri, perluasan kesempatan kerja, dan
pengendalian penggunaan tenaga kerja asing;
- pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang
penempatan dan pelindungan tenaga kerja dalam dan
luar negeri, perluasan kesempatan kerja, pengendalian
penggunaan tenaga kerja asing, serta pembinaan
pengantar kerja;
Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan
Kesempatan Kerja; dan
Bagian Kelima
Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial
dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja
(1) Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan
Jaminan Sosial Tenaga Kerja berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Menteri.
---
2020, No.213 -9-
(2) Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan
Jaminan Sosial Tenaga Kerja dipimpin oleh Direktur
Jenderal.
Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan
Jaminan Sosial Tenaga Kerja mempunyai tugas
menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan
di bidang pembinaan hubungan industrial dan jaminan
sosial tenaga kerja.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
### Pasal 17, Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan
Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja
menyelenggarakan fungsi:
- perumusan kebijakan di bidang hubungan kerja dan
pengupahan, jaminan sosial tenaga kerja,
kelembagaan dan pencegahan perselisihan hubungan
industrial, penyelesaian perselisihan hubungan
industrial, dan pembinaan Mediator Hubungan
Industrial;
- pelaksanaan kebijakan di bidang hubungan kerja dan
pengupahan, jaminan sosial tenaga kerja,
kelembagaan dan pencegahan perselisihan hubungan
industrial, penyelesaian perselisihan hubungan
industrial, dan pembinaan Mediator Hubungan
Industrial;
bidang hubungan kerja dan pengupahan, jaminan
sosial tenaga kerja, kelembagaan dan pencegahan
perselisihan hubungan industrial, dan penyelesaian
perselisihan hubungan industrial;
- pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
hubungan kerja dan pengupahan, jaminan sosial
tenaga kerja, kelembagaan dan pencegahan
---
2020, No.213 -10-
perselisihan hubungan industrial, dan penyelesaian
perselisihan hubungan industrial;
- pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang
hubungan kerja dan pengupahan, jaminan sosial
tenaga kerja, kelembagaan dan pencegahan
perselisihan hubungan industrial, penyelesaian
perselisihan hubungan industrial, dan pembinaan
Mediator Hubungan Industrial;
- pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal
Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial
Tenaga Kerja; dan
Bagian Keenam
Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan
Ketenagakerjaan dan Keselamatan
dan Kesehatan Kerja
(1) Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan
Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan
Kerja berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Menteri.
(2) Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan
Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan
Kerja dipimpin oleh Direktur Jenderal.
Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan
Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan
pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pengawasan
ketenagakerjaan dan keselamatan dan kesehatan kerja.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
### Pasal 20, Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan
---
2020, No.213 -11-
Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
menyelenggarakan fungsi:
- perumusan kebijakan di bidang sistem pengawasan
ketenagakerjaan dan kelembagaan keselamatan dan
kesehatan kerja, pembinaan pemeriksaan norma
ketenagakerjaan, pembinaan pengujian keselamatan
dan kesehatan kerja, serta pembinaan Pengawas
Ketenagakerjaan dan Penguji Keselamatan dan
Kesehatan Kerja;
ketenagakerjaan dan kelembagaan keselamatan dan
kesehatan kerja, pembinaan pemeriksaan norma
ketenagakerjaan, pembinaan pengujian keselamatan
dan kesehatan kerja, serta pembinaan Pengawas
Ketenagakerjaan dan Penguji Keselamatan dan
Kesehatan Kerja;
- penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di
bidang kelembagaan keselamatan dan kesehatan kerja,
pembinaan pemeriksaan norma ketenagakerjaan, dan
pembinaan pengujian keselamatan dan kesehatan
kerja;
- pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang
kelembagaan keselamatan dan kesehatan kerja,
pembinaan pemeriksaan norma ketenagakerjaan, dan
pembinaan pengujian keselamatan dan kesehatan
kerja;
pengawasan ketenagakerjaan dan kelembagaan
keselamatan dan kesehatan kerja, pembinaan
pemeriksaan norma ketenagakerjaan, pembinaan
pengujian keselamatan dan kesehatan kerja, serta
pembinaan Pengawas Ketenagakerjaan dan Penguji
Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
- pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal
Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja; dan
- pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
---
2020, No.213 -12-
Bagian Ketujuh
Inspektorat Jenderal
(1) Inspektorat Jenderal berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Menteri.
(2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur
Jenderal.
Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan
pengawasan intern di lingkungan Kementerian
Ketenagakerjaan.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 23, Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi:
Kementerian Ketenagakerjaan;
- pelaksanaan pengawasan intern terhadap kinerja dan
keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan,
dan kegiatan pengawasan lainnya;
- pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas
penugasan Menteri;
- penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan
Kementerian Ketenagakerjaan;
Bagian Kedelapan
Badan Perencanaan
dan Pengembangan Ketenagakerjaan
(1) Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan
berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Menteri.
---
2020, No.213 -13-
(2) Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan
dipimpin oleh Kepala Badan.
Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan
mempunyai tugas menyelenggarakan dukungan
perencanaan ketenagakerjaan nasional, pengelolaan
teknologi informasi dan data ketenagakerjaan, dan
pengembangan kebijakan di bidang ketenagakerjaan.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
### Pasal 26, Badan Perencanaan dan Pengembangan
Ketenagakerjaan menyelenggarakan fungsi:
- penyusunan kebijakan teknis di bidang perencanaan
ketenagakerjaan nasional, pengelolaan teknologi
informasi dan data ketenagakerjaan, dan
pengembangan kebijakan di bidang ketenagakerjaan;
- pelaksanaan perencanaan ketenagakerjaan nasional,
pengelolaan teknologi informasi dan data
ketenagakerjaan, dan pengembangan kebijakan di
bidang ketenagakerjaan;
- pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang
perencanaan ketenagakerjaan nasional, pengelolaan
teknologi informasi dan data ketenagakerjaan, dan
pengembangan kebijakan di bidang ketenagakerjaan;
Bagian Kesembilan
Staf Ahli
Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Menteri dan secara administratif dikoordinasikan oleh
Sekretaris Jenderal.
---
2020, No.213 -14-
(1) Staf Ahli Bidang Ekonomi Ketenagakerjaan
mempunyai tugas memberikan rekomendasi
terhadap isu-isu strategis kepada Menteri terkait
dengan bidang ekonomi ketenagakerjaan.
(2) Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional mempunyai
tugas memberikan rekomendasi terhadap isu-isu
strategis kepada Menteri terkait dengan bidang
hubungan internasional.
(3) Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga
mempunyai tugas memberikan rekomendasi terhadap
isu-isu strategis kepada Menteri terkait dengan
bidang hubungan antarlembaga.
(4) Staf Ahli Bidang Sosial, Politik, dan Kebijakan Publik
mempunyai tugas memberikan rekomendasi terhadap
isu-isu strategis kepada Menteri terkait dengan
bidang sosial, politik, dan kebijakan publik.
Bagian Kesepuluh
Jabatan Fungsional
Di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan dapat
ditetapkan jabatan fungsional sesuai dengan kebutuhan
yang pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
(1) Untuk melaksanakan tugas teknis operasional
dan/atau tugas teknis penunjang di lingkungan
Kementerian Ketenagakerjaan dapat dibentuk Unit
Pelaksana Teknis.
(2) Unit Pelaksana Teknis dipimpin oleh Kepala.
---
2020, No.213 -15-
Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal
31 ayat (1) ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat
persetujuan tertulis dari menteri yang menyelenggarakan
urusan pemerintahan di bidang aparatur negara.
TATA KERJA
Menteri dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, harus
menerapkan sistem akuntabilitas kinerja instansi
pemerintah.
(1) Kementerian Ketenagakerjaan harus menyusun
proses bisnis yang menggambarkan tata hubungan
kerja yang efektif dan efisien antar unit organisasi di
lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.
(2) Proses bisnis antar-unit organisasi di lingkungan
Kementerian Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri.
Menteri menyampaikan laporan kepada Presiden mengenai
hasil pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang
ketenagakerjaan secara berkala atau sewaktu-waktu
sesuai kebutuhan.
Kementerian Ketenagakerjaan harus menyusun analisis
jabatan, peta jabatan, analisis beban kerja, dan uraian
tugas terhadap seluruh jabatan di lingkungan
Kementerian Ketenagakerjaan.
---
2020, No.213 -16-
Setiap unsur di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan dalam
melaksanakan tugas dan fungsi harus menerapkan prinsip
koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi baik dalam
lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan maupun dalam
hubungan antar kementerian dengan lembaga lain yang
terkait.
Semua unsur di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan
harus menerapkan sistem pengendalian intern pemerintah di
lingkungan masing-masing sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
(1) Setiap pimpinan unit organisasi bertanggung jawab
memimpin dan mengoordinasikan bawahan dan
memberikan pengarahan serta petunjuk bagi
pelaksanaan tugas sesuai dengan uraian tugas yang
telah ditetapkan.
(2) Pengarahan serta petunjuk sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) harus diikuti dan dipatuhi oleh bawahan
secara bertanggung jawab serta dilaporkan secara
berkala sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Dalam melaksanakan tugas, setiap pimpinan unit
organisasi harus melakukan pembinaan dan pengawasan
terhadap unit organisasi di bawahnya.
PENDANAAN
Segala pendanaan yang diperlukan untuk pelaksanaan
tugas dan fungsi Kementerian Ketenagakerjaan
---
2020, No.213 -17-
dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara.
Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas, fungsi, susunan
organisasi, dan tata kerja Kementerian Ketenagakerjaan
ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat persetujuan
tertulis dari menteri yang menyelenggarakan urusan
pemerintahan di bidang aparatur negara.
Pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku, semua
ketentuan pelaksanaan dari Peraturan Presiden Nomor
18 Tahun 2015 tentang Kementerian Ketenagakerjaan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor
19), masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan
dan/atau belum diubah atau diganti dengan peraturan
baru berdasarkan Peraturan Presiden ini.
Pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku, seluruh
jabatan yang ada beserta pejabat yang memangku jabatan
di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan, tetap
melaksanakan tugas dan fungsinya sampai dengan
dibentuknya jabatan baru dan diangkat pejabat baru
berdasarkan Peraturan Presiden ini.
---
2020, No.213 -18-
Pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku, Peraturan
Presiden Nomor 18 Tahun 2015 tentang Kementerian
Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2015 Nomor 19), dicabut dan dinyatakan tidak
berlaku.
Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.
---
2020, No.213 -19-
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan Peraturan Presiden ini dengan
penempatannya dalam Lembaran Negara Republik
Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 23 September 2020
INDONESIA,
ttd
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 25 September 2020
,
ttd