Langsung ke konten

INSENTTF KETUA DAN ANGGOTA KOMISI PEMILIHAN UMUM,

PERPRES No. 86 Tahun 2024 berlaku

Ditetapkan: 2024-01-01

Pasal 1

**(1) Penyelenggara pemilihan umum tahun 2024 yang terdiri** dari: - Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum; - Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi/ Komisi Independen Pemilihan Aceh; - Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum KabupatenlKotalKomisi Independen Pemilihan Kabupaten/Kota; dan - Pegawai Aparatur Sipil llegara di lingkungan Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum diberikan insentif setelah penyelenggaraan pemilihan umum tahun 2024. **(2) Insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) juga** diberikan kepada pegawai non-Aparatur Sipil Negara di lingkungan Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum yang ditetapkan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umtrm setelah mendapatkan persetujuan dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan negara. Pasal2... SK No 2ll9l3 A --- PRESIDEN ### REPUBLIK TNDONESIA

Pasal 2

Besaran insentif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) bagr: a.. Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum dengan rincian: 1. Ketua sebesar Rp77.625.000,00 (tujuh puluh tujuh juta enam ratus dua puluh lima ribu rupiah); dan 1. Anggota sebesar Rp67.500.O00,00 (enam puluh tujuh juta lima ratus ribu rupiah); - Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Komisi Independen Pemilihan Aceh dengan rincian: 1. Ketua sebesar Rp32.a0O.OOO,00 (tiga puluh dua juta empat ratus ribu rupiah); dan 1. Anggota sebesar Rp27.OOO.000,00 (dua puluh tujuh juta rupiah); - Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum KabupatenlKotalKomisi Independen Pemilihan Kabupate n I Kota dengan rincian: 1. Ketua sebesar Rp21.600.000,00 (dua puluh satu juta enam ratus ribu rupiah); dan 1. Anggota sebesar Rp16.200.000,00 (enam belas juta dua ratus ribu rupiah); dan - Pegawai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum dengan rincian: 1. pejabat pimpinan tinggi madya/eselon I.a sebesar Rp58.17O.OOO,OO (lima puluh delapan juta seratus tujuh puluh ribu rupiah); 2.pejabat pimpinan tinggi madyaleselon I.b sebesar Rp41.39O.OOO,OO (empat puluh satu juta tiga ratr-rs sembilan puluh ribu rupiah); 1. pejabat pimpinan tinggi pratamafeselon II.a dan pejabat fungsional utama sebesar Rp29.442.O0O,OO (dua puluh sembilan juta empat ratus empat puluh dua ribu rupiah); 1. pejabat . . SK No 2ll9l4 A --- PRESIDEN 1. pejabat pimpinan tinggi pratama/eselon ILb sebesar Rp23.340.000,00 (dua puluh tiga juta tiga ratus empat puluh ribu rupiah); 1. pejabat administrator/eselon III.a dan pejabat fungsional madya sebesar Rp17. 124.000,00 (tujuh belas juta seratus dua puluh empat ribu rupiah); 1. pejabat pengawas/eselon IV.a dan pejabat fungsional muda sebesar Rp10.366.O00,0O (sepuluh juta tiga ratus enam puluh enam ribu rupiah); dan 1. pejabat pelaksana dan pejabat fungsional pertama sebesar Rp6.638.000,00 (enam juta enam ratus tiga puluh delapan ribu rupiah).

Pasal 3

Insentif diberikan 1 (satu) kali dan dibayarkan setelah penyelenggaraan pemilihan umum tahun 2024.

Pasal 4

Insentif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 tidak diberikan dalam hal Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum, Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Komisi Independen Pemilihan Aceh, Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum KabupatenlKotalKomisi lndependen Pemilihan KabupatenfKota, dan Pegawai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara pemilihan umum tahun 2024: - dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih; - dijatuhi pidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana pemilihan umum; - diberhentikan tidak dengan hormat; dan/atau d.melakukan... SK No 2ll9l5 A --- PRESIOEN - melakukan perbuatan yang terbukti menghambat Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Komisi Independen Pemilihan Aceh, dan Komisi Pemilihan Umum KabupatenlKotalKomisi Independen Pemilihan Kabupaten I Kota dalam mengambil keputusan dan penetapan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 5

Dalam hal Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum, Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Komisi Independen Pemilihan Aceh, Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum KabupatenlKotalKomisi Independen Pemilihan KabupatenfKota, dan Pegawai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara pemilihan umum tahun 2024 meninggal dunia, insentif diberikan kepada janda/duda atau ahli warisnya.

Pasal 6

Pajak penghasilan atas pemberian insentif dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perulndang-undangan.

Pasal 7

Tata cara pembayaran dan penghentian pembayaran insentif Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum, Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, dan Pegawai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara pemilihan umum tahun 2024 dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 8

Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar SK No 211916 A --- PRESIOEN ### REPUBLIK TNOONESIA Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Presiden ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik lndonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 19 Agustus 2024 INDONESIA, ttd Diundangkan di Jakarta pada tanggal 19 Agustus 2024 , ttd PRATIKNO Salinan sesuai dengan aslinya INDONESIA Perundang-undangan Hukum,. Djaman SK No 211920 A