Langsung ke konten

Peraturan Menteri Nomor 118 Tahun 2022 tentang BATAS DAERAH KOTA LANGSA DENGAN KABUPATEN ACEH TAMIANG DI ACEH

PERMENDAGRI No. 118 Tahun 2022 berlaku

Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Aceh adalah daerah provinsi yang merupakan kesatuan masyarakat hukum yang bersifat istimewa dan diberi kewenangan khusus untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik INDONESIA berdasarkan UNDANG-UNDANG Dasar Negara Republik INDONESIA Tahun 1945, yang dipimpin oleh seorang Gubernur sebagaimana dimaksud dalam UNDANG-UNDANG Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. 2. Kota Langsa adalah daerah otonom sebagaimana dimaksud dalam UNDANG-UNDANG Nomor 3 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Langsa. 3. Kabupaten Aceh Tamiang adalah daerah otonom sebagaimana dimaksud dalam UNDANG-UNDANG Nomor 4 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Nagan Raya, dan Kabupaten Aceh Tamiang di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. 4. Pilar Batas Utama yang selanjutnya disingkat PBU adalah pilar yang dipasang sebagai tanda batas antardaerah provinsi/kabupaten/kota yang diletakkan tepat pada garis batas antardaerah provinsi/kabupaten/kota. 5. Pilar Acuan Batas Utama yang selanjutnya disingkat PABU adalah pilar yang dipasang sebagai tanda batas antardaerah provinsi/kabupaten/kota yang diletakkan di sisi batas alam atau buatan yang berfungsi sebagai titik ikat garis batas antardaerah provinsi/kabupaten/kota. 6. Titik Kartometrik yang selanjutnya disingkat TK adalah titik koordinat batas yang ditentukan berdasarkan pengukuran atau penghitungan posisi titik dengan menggunakan peta dasar dan peta lain sebagai pelengkap. 7. Lintang Utara yang selanjutnya disingkat LU adalah garis khayal yang membagi bumi di bagian utara. 8. Bujur Timur yang selanjutnya disingkat BT adalah garis khayal menghubungkan titik kutub utara dan kutub selatan bumi yang menyatakan besarnya sudut antara posisi bujur dengan garis meridian yang berada di sebelah timur.

Pasal 2

Batas daerah Kota Langsa dengan Kabupaten Aceh Tamiang di Aceh dimulai dari: a. PBU 04 BRR (SIMPUL) dengan koordinat 4° 24' 18.804" LU dan 98° 00' 08.164" BT yang terletak pada pertigaan batas Kota Langsa dengan Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur; b. PBU 04 BRR (SIMPUL) selanjutnya ke arah tenggara sampai pada TK PBU 1 dengan koordinat 4° 24' 23.385" LU dan 98° 00' 07.319" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK PBU 2 dengan koordinat 4° 24' 35.028" LU dan 98° 00' 21.755" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK PBU 4 dengan koordinat 4° 24' 45.205" LU dan 98° 00' 56.041" BT yang terletak pada batas Kota Langsa dengan Kabupaten Aceh Tamiang; c. TK PBU 4 selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK PBU 4A dengan koordinat 4° 24' 59.771" LU dan 98° 01' 14.174" BT, TK PBU 4A selanjutnya ke arah barat daya sampai pada TK PBU 4B dengan koordinat 4° 24' 55.508" LU dan 98° 01' 13.656" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada PABU 5 dengan koordinat 4° 24' 58.114" LU dan 98° 01' 31.308" BT yang terletak di Kabupaten Langsa yang berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tamiang; d. PABU 5 selanjutnya ke arah barat laut sampai pada PABU 5A dengan koordinat 4° 24' 30.300" LU dan 98° 01' 33.100" BT yang terletak di Kabupaten Langsa yang berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tamiang; e. PABU 5A selanjutnya ke arah timur laut sampai pada PABU 5B dengan koordinat 4° 24' 34.500" LU dan 98° 01' 38.400" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK 1 dengan koordinat 4° 24' 37.709" LU dan 98° 01' 38.548" BT selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK 2 dengan koordinat 4° 24' 47.146" LU dan 98° 01' 42.666" BT yang terletak pada batas Kota Langsa dengan Kabupaten Aceh Tamiang; f. TK 2 selanjutnya ke arah barat laut sampai pada TK 3 dengan koordinat 4° 24' 46.679" LU dan 98° 01' 43.411" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK 4 dengan koordinat 4° 24' 48.798" LU dan 98° 01' 45.049" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK 5 dengan koordinat 4° 24' 55.572" LU dan 98° 01' 50.205" BT yang terletak pada batas Kota Langsa dengan Kabupaten Aceh Tamiang; g. TK 5 selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK 6 dengan koordinat 4° 25' 03.401" LU dan 98° 02' 01.372" BT, selanjutnya ke arah barat laut sampai pada TK 7 dengan koordinat 4° 25' 00.077" LU dan 98° 02' 02.528" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK 8 dengan koordinat 4° 25' 00.247" LU dan 98° 02' 02.968" BT yang terletak pada batas Kota Langsa dengan Kabupaten Aceh Tamiang; h. TK 8 selanjutnya ke arah barat laut sampai pada TK 9 dengan koordinat 4° 24' 57.698" LU dan 98° 02' 03.963" BT, selanjutnya ke arah barat daya sampai pada TK 10 dengan koordinat 4° 24' 57.545" LU dan 98° 02' 03.605" BT, selanjutnya ke arah barat laut sampai pada TK 11 dengan koordinat 4° 24' 56.394" LU dan 98° 02' 04.128" BT yang terletak pada batas Kota Langsa dengan Kabupaten Aceh Tamiang; i. TK 11 selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK 12 dengan koordinat 4° 24' 58.226" LU dan 98° 02' 09.034" BT, selanjutnya ke arah tenggara sampai pada TK 13 dengan koordinat 4° 24' 58.896" LU dan 98° 02' 08.793" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK 14 dengan koordinat 4° 24' 59.177" LU dan 98° 02' 09.643" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK 15 dengan koordinat 4° 25' 00.394" LU dan 98° 02' 12.055" BT yang terletak pada batas Kota Langsa dengan Kabupaten Aceh Tamiang; j. TK 15 selanjutnya ke arah barat laut sampai pada TK 16 dengan koordinat 4° 24' 57.468" LU dan 98° 02' 14.196" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK 17 dengan koordinat 4° 25' 00.365" LU dan 98° 02' 17.891" BT, selanjutnya ke arah tenggara sampai pada TK 18 dengan koordinat 4° 25' 00.960" LU dan 98° 02' 16.112" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK 19 dengan koordinat 4° 25' 07.821" LU dan 98° 02' 17.299" BT yang terletak pada batas Kota Langsa dengan Kabupaten Aceh Tamiang; k. TK 19 selanjutnya ke arah barat laut sampai pada TK 20 dengan koordinat 4° 25' 07.032" LU dan 98° 02' 18.870" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK 21 dengan koordinat 4° 25' 09.820" LU dan 98° 02' 19.566" BT, selanjutnya ke arah tenggara sampai pada TK 22 dengan koordinat 4° 25' 09.904" LU dan 98° 02' 18.876" BT yang terletak pada batas Kota Langsa dengan Kabupaten Aceh Tamiang; l. TK 22 selanjutnya ke arah tenggara sampai pada TK 23 dengan koordinat 4° 25' 12.601" LU dan 98° 02' 18.321" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK 24 dengan koordinat 4° 25' 12.647" LU dan 98° 02' 19.655" BT, selanjutnya ke arah tenggara sampai pada TK 25 dengan koordinat 4° 25' 22.971" LU dan 98° 02' 14.483" BT yang terletak pada batas Kota Langsa dengan Kabupaten Aceh Tamiang; m. TK 25 selanjutnya ke arah timur laut sampai pada PABU 6 dengan koordinat 4° 25' 51.853" LU dan 98° 02' 27.561" BT yang terletak di Kabupaten Langsa yang berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tamiang; n. PABU 6 selanjutnya ke arah timur laut sampai pada PABU 7 dengan koordinat 4° 26' 50.087" LU dan 98° 02' 35.272" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK PBU 8 dengan koordinat 4° 27' 07.616" LU dan 98° 02' 43.267" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK PBU 9 dengan koordinat 4° 27' 20.318" LU dan 98° 02' 45.542" BT yang terletak pada batas Kota Langsa dengan Kabupaten Aceh Tamiang; o. TK PBU 9 selanjutnya ke arah tenggara sampai pada TK PBU 10 dengan koordinat 4° 27' 27.753" LU dan 98° 02' 42.982" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK PBU 11 dengan koordinat 4° 27' 42.673" LU dan 98° 02' 47.489" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK PBU 12 dengan koordinat 4° 28' 03.054" LU dan 98° 02' 55.255" BT yang terletak pada batas Kota Langsa dengan Kabupaten Aceh Tamiang; p. TK PBU 12 selanjutnya ke arah barat laut sampai pada TK PBU 13 dengan koordinat 4° 28' 02.847" LU dan 98° 02' 57.173" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK PBU 14 dengan koordinat 4° 28' 16.668" LU dan 98° 03' 08.284" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK PBU 15 dengan koordinat 4° 28' 25.882" LU dan 98° 03' 16.641" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK PBU 16 dengan koordinat 4° 28' 33.005" LU dan 98° 03' 18.492" BT yang terletak pada batas Kota Langsa dengan Kabupaten Aceh Tamiang; q. TK PBU 16 selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK PBU 17 dengan koordinat 4° 28' 44.525" LU dan 98° 03' 28.947" BT, selanjutnya ke arah barat laut sampai pada TK PBU 18 dengan koordinat 4° 28' 41.738" LU dan 98° 03' 40.165" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK PBU 19 dengan koordinat 4° 30' 04.308" LU dan 98° 03' 47.332" BT yang terletak pada batas Kota Langsa dengan Kabupaten Aceh Tamiang; dan r. TK PBU 19 selanjutnya ke arah barat laut sampai pada TK PBU 20 dengan koordinat 4° 30' 39.580" LU dan 98° 03' 43.318" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK PBU 21 dengan koordinat 4° 30' 48.744" LU dan 98° 04' 59.132" BT, selanjutnya ke arah utara sampai pada TK PBU 22 dengan koordinat 4° 31' 13.252" LU dan 98° 04' 52.900" BT, selanjutnya ke arah timur laut sampai pada TK 26 dengan koordinat 4° 31' 51.412" LU dan 98° 05' 15.405" BT yang terletak pada batas Kota Langsa dengan Kabupaten Aceh Tamiang.

Pasal 3

Posisi PBU, PABU, dan TK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 bersifat tetap dan tidak berubah akibat perubahan nama desa, nama kelurahan, dan/atau nama kecamatan.

Pasal 4

Ketentuan mengenai batas daerah dan koordinat batas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 tercantum pada Peta Batas Daerah Kota Langsa dengan Kabupaten Aceh Tamiang di Aceh dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 5

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik INDONESIA. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 26 Desember 2022 MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA, ttd MUHAMMAD TITO KARNAVIAN Diundangkan di Jakarta pada tanggal 30 Desember 2022 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, ttd YASONNA H. LAOLY