Langsung ke konten

Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2024 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2024

PERDA No. 10 Tahun 2024 berlaku

Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah Kota yang selanjutnya disebut Daerah adalah Daerah Kota Bekasi. 2. Pemerintah Daerah Kota adalah Wali Kota sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom. 3. Wali Kota adalah Wali Kota Bekasi. 4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. 5. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah. 6. Pendapatan Daerah adalah semua hak Daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih dalam periode tahun Anggaran berkenaan. 7. Belanja Daerah adalah semua kewajiban Pemerintah Daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih dalam periode tahun anggaran berkenaan. 8. Pembiayaan Daerah adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran berkenaan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya.

Pasal 2

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2024 semula sebesar Rp6.423.653.318.098,00 (enam triliun empat ratus dua puluh tiga milyar enam ratus lima puluh tiga juta tiga ratus delapan belas ribu sembilan puluh delapan rupiah) bertambah sebesar Rp1.106.959.522.972,00 (satu triliun seratus enam miliar sembilan ratus lima puluh sembilan juta lima ratus dua puluh dua ribu sembilan ratus tujuh puluh dua rupiah) sehingga menjadi Rp7.530.612.841.070,00 (tujuh triliun lima ratus tiga puluh milyar enam ratus dua belas juta delapan ratus empat puluh satu ribu tujuh puluh rupiah), dengan rincian sebagai berikut: a. pendapatan daerah 1. semula Rp6.224.886.445.137,00 2. bertambah Rp713.890.358.450,00 jumlah pendapatan daerah setelah perubahan Rp6.938.776.803.587,00 b. belanja daerah 1. semula Rp6.375.653. 318.098,00 2. bertambah Rp1.106.959.522.972,00 jumlah belanja daerah setelah perubahan Rp7.482.612.841.070,00 c. pembiayaan daerah: 1. penerimaan pembiayaan a) semula Rp198.766.872.961,00 b) bertambah Rp393.069.164.522,00 jumlah penerimaan pembiayaan setelah Rp591.836.037.483,00 perubahan 2. pengeluaran pembiayaan a) semula Rp48.000.000.000,00 b) bertambah Rp0,00 jumlah pengeluaran pembiayaan setelah Rp48.000.000.000,00 perubahan jumlah pembiayaan neto setelah Rp543.836.037.483,00 perubahan sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan Rp0,00

Pasal 3

Anggaran pendapatan daerah sebagaimana dimaksud Pasal 2, bersumber dari: a. pendapatan asli daerah 1. semula Rp3.203.800.695.567,00 2. bertambah Rp 146.435.433.985,00 jumlah pendapatan asli daerah setelah Rp3.350.236.129.552,00 perubahan b. pendapatan transfer 1. semula Rp3.021.085.749.570,00 2. bertambah Rp567.454.924.465,00 jumlah pendapatan transfer setelah Rp3.588.540.674.035,00 perubahan

Pasal 4

(1) Pendapatan asli daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a, bersumber dari: a. pajak daerah 1. semula Rp 2.687.391.884.000,00 2. bertambah Rp12.399.357.904,00 jumlah pajak daerah setelah perubahan Rp2.699.791.241.904,00 b. retribusi daerah 1. semula Rp459.318.088.567,00 2. bertambah Rp92.855.873.800,00 jumlah retribusi daerah setelah perubahan Rp552.173.962.367,00 c. hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan 1. semula Rp14.399.150.000,00 2. bertambah Rp522.101.298,00 jumlah hasil pengelolaan kekayaan Rp 14.921.251.298,00 daerah setelah perubahan d. lain-lain pendapatan asli daerah yang sah 1. semula Rp42.691.573.000,00 2. berkurang Rp40.658.100.983,00 jumlah lain-lain pendapatan asli daerah Rp83.349.673.983,00 yang sah setelah perubahan (2) Pendapatan transfer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf b, bersumber dari: a. transfer pemerintah pusat 1. semula Rp2.050.528.079.000,00 2. bertambah Rp134.249.770.705,00 jumlah transfer pemerintah pusat setelah Rp2.184.777.849.705,00 perubahan b. transfer antar daerah 1. semula Rp 970.557.670.570,00 2. bertambah Rp433.205.153.760,00 jumlah transfer antar daerah setelah Rp1.403.762.824.330,00 perubahan

Pasal 5

Anggaran belanja daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b, terdiri atas: a. belanja operasi 1. semula Rp 5.289.565.051.801,00 2. bertambah Rp715.994.792.955,00 jumlah belanja operasi setelah perubahan Rp6.005.559.844.756,00 b. belanja modal 1. semula Rp988.854.987.720,00 2. bertambah Rp366.888.447.147,00 Jumlah belanja modal setelah perubahan Rp1.355.743.434.867,00 c. belanja tidak terduga 1. semula Rp47.233.278.577,00 2. berkurang Rp(31.264.069.880,00) jumlah belanja tidak terduga Rp15.969.208.697,00 setelah perubahan

Pasal 6

(1) Belanja operasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a, terdiri atas : a. belanja pegawai 1. semula Rp2.409.198.812.592,00 2. bertambah Rp103.439.040.122,00 jumlah belanja pegawai setelah perubahan Rp2.512.637.852.714,00 b. belanja barang dan jasa 1. semula Rp2.559.466.516.509,00 2. bertambah Rp412.580.925.833,00 jumlah belanja barang dan jasa setelah Rp2.972.047.442.342,00 perubahan c. belanja subsidi 1. semula Rp8.215.000.000,00 2. berkurang Rp(1.215.000.000,00) jumlah belanja subsidi setelah perubahan Rp7.000.000.000,00 d. belanja hibah 1. semula Rp311.484.722.700,00 2. bertambah Rp38.798.727.000,00 jumlah belanja hibah setelah perubahan Rp350.283.449.700,00 e. belanja bantuan sosial 1. semula Rp1.200.000.000,00 2. bertambah Rp162.391.100.000,00 jumlah belanja bantuan sosial setelah Rp163.591.100.000,00 perubahan (2) Belanja modal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b, terdiri atas: a. belanja modal tanah 1. semula Rp114.343.043.000,00 2. bertambah Rp119.460.397.428,00 jumlah belanja modal tanah setelah perubahan Rp233.803.440.428,00 b. belanja modal peralatan dan mesin 1. semula Rp220.670.537.689,00 2. bertambah Rp139.027.963.806,00 jumlah belanja modal peralatan dan mesin Rp359.698.501.495,00 setelah perubahan c. belanja modal gedung dan bangunan 1. semula Rp388.721.352.888,00 2. bertambah Rp68.812.269.577,00 jumlah belanja modal gedung dan Rp457.533.622.465,00 bangunan setelah perubahan d. belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi; 1. semula Rp260.211.608.480,00 2. bertambah Rp40.227.742.399,00 jumlah belanja modal jalan, jaringan, dan Rp300.439.350.879,00 irigasi setelah perubahan e. belanja modal aset tetap lainnya 1. semula Rp4.313.960.663,00 2. berkurang Rp(676.926.063,00) jumlah belanja modal aset tetap lainnya Rp3.637.034.600,00 setelah perubahan f. belanja modal aset lainnya 1. semula Rp594.485.000,00 2. bertambah Rp37.000.000,00 jumlah belanja modal aset lainnya Rp631.485.000,00 setelah perubahan (3) Belanja tidak terduga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf c, terdiri atas belanja tidak terduga, yaitu: a. semula Rp47.233.278.577,00 b. berkurang Rp(31.264.069.880,00) jumlah belanja tidak terduga setelah Rp15.969.208.697,00 perubahan

Pasal 7

Anggaran pembiayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, terdiri atas: a. penerimaan pembiayaan 1. semula Rp198.766.872.961,00 2. bertambah Rp393.069.164.522,00 jumlah penerimaan pembiayaan setelah Rp591.836.037.483,00 perubahan b. pengeluaran pembiayaan 1. semula Rp48.000.000.000,00 2. bertambah Rp0,00 jumlah pengeluaran pembiayaan setelah Rp48.000.000. 000,00 perubahan

Pasal 8

(1) Penerimaan pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf a, terdiri atas : a. sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya, yaitu: 1. semula Rp131.294.484.961,00 2. bertambah Rp393.069.164.522,00 jumlah penerimaan pembiayaan Rp524.363.649.483,00 setelah perubahan b. Pencairan Dana Cadangan, yaitu: 1. semula Rp67.472.388.000,00 2. bertambah Rp0,00 jumlah pencairan dana cadangan Rp67.472.388.000,00 setelah perubahan (2) Pengeluaran pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b, terdiri atas penyertaan modal, yaitu : 1. semula Rp48.000.000.000,00 2. bertambah Rp0,00 jumlah penyertaan modal setelah perubahan Rp48.000.000.000,00

Pasal 9

(1) Dalam keadaan darurat termasuk keperluan mendesak Pemerintah Daerah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya dan/atau pengeluarannya melebihi pagu yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah ini, yang pelaksanaannya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. bencana alam, bencana non-alam, bencana sosial dan/atau kejadian luar biasa; b. pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan; dan/atau c. kerusakan sarana/prasarana yang dapat mengganggu kegiatan pelayanan publik. (3) Keperluan mendesak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. kebutuhan daerah dalam rangka pelayanan dasar masyarakat yang anggarannya belum tersedia dalam tahun anggaran berjalan; b. belanja daerah yang bersifat mengikat dan belanja yang bersifat wajib; c. pengeluaran daerah yang berada diluar kendali Pemerintah Daerah dan tidak dapat diprediksikan sebelumnya, serta amanat peraturan perundang- undangan; dan/atau d. pengeluaran daerah lainnya yang apabila ditunda akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi Pemerintah Daerah dan/atau masyarakat.

Pasal 10

Uraian lebih lanjut Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini, terdiri dari: a. Lampiran I : Ringkasan Perubahan APBD yang Diklasifikasi Menurut Kelompok dan Jenis Pendapatan, Belanja, dan Pembiayaan; b. Lampiran II Ringkasan Perubahan APBD yang Diklasifikasi Menurut Urusan Pemerintahan Daerah dan Organisasi; c. Lampiran III : Rincian Perubahan APBD Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Program, Kegiatan, Sub Kegiatan, Akun, Kelompok, Jenis Pendapatan, Belanja, dan Pembiayaan; d. Lampiran IV : Rekapitulasi Perubahan Belanja Daerah dan Kesesuaian Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Program Beserta Hasil, Kegiatan Berserta Keluaran, dan Sub Kegiatan Beserta Keluaran; e. Lampiran V : Rekapitulasi Perubahan Belanja Daerah Untuk Keselarasan dan Keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan Fungsi Dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Negara; f. Lampiran VI : Rekapitulasi Perubahan Belanja Untuk Pemenuhan SPM; g. Lampiran VII : Sinkronisasi Program pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dengan Rancangan APBD; h. Lampiran VIII : Sinkronisasi Program, Kegiatan dan Sub Kegiatan pada Rencana Kerja Perintah Daerah dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara dengan Rancangan APBD; i. Lampiran IX : Sinkronisasi Program Prioritas Nasional dengan Program Prioritas Daerah; j. Lampiran X : Daftar Jumlah Pegawai Per Golongan dan Per Jabatan; k. Lampiran XI : Daftar Piutang Daerah; l. Lampiran XII : Daftar Penyertaan Modal Daerah dan Investasi Daerah Lainnya; m. Lampiran XIII : Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Tetap Daerah; n. Lampiran XIV : Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Lain-Lain; o. Lampiran XV : Daftar Sub Kegiatan Tahun Anggaran Sebelumnya yang Belum Diselesaikan dan Dianggarkan Kembali Dalam Tahun Anggaran yang Direncanakan; p. Lampiran XVI : Daftar Dana Cadangan;dan q. Lampiran XVII : Daftar Pinjaman Daerah.

Pasal 11

Ketentuan lebih lanjut mengenai penjabaran perubahan APBD sebagai landasan operasional pelaksanaan APBD ditetapkan dengan Peraturan Wali Kota.

Pasal 12

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Bekasi. Ditetapkan di Bekasi pada tanggal 27 September 2024 Pj. WALI KOTA BEKASI, Ttd R. GANI MUHAMAD Diundangkan di Bekasi pada tanggal 27 September 2024 Paraf Hierarki SEKRETARIS DAERAH KOTA BEKASI, Asisten Pemerintahan Ttd Kepala Bagian Hukum Penyuluh Hukum Ahli Muda JUNAEDI LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI TAHUN 2024 NOMOR 10 NOREG PERATURAN DAERAH KOTA BEKASI PROVINSI JAWA BARAT (11/182/2024)