(1) Atribut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 huruf d, meliputi:
a. tanda pangkat;
b. monogram;
c. tanda lokasi dan tanda induk kesatuan;
d. tanda kesatuan;
e. tanda korps kesatuan;
f. lencana kewenangan;
g. tanda jasa;
h. papan/label nama;
i. label POLRI;
j. lencana tanda jabatan;
k. tanda kemahiran; dan
l. lencana Korpri.
(2) Tanda pangkat, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terdiri dari:
a. anggota Polri, meliputi:
1. Tanda Pangkat Upacara (TPU);
2. Tanda Pangkat Harian (TPH); dan
3. Tanda Pangkat Lapangan (TPL).
b. PNS Polri, meliputi:
1. Tanda Pangkat PNS (TP PNS); dan
2. Tanda Pangkat Harpa (TP Harpa).
(3) Tanda Pangkat Polri sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, terdiri dari:
a. Tanda Pangkat Komando dengan lis bingkai warna merah yang digunakan bagi pemegang jabatan:
1. Kapolri;
2. Kasatwil;
3. Kaopsnal;
4. Kalemdikpol, Gubernur, Kasespim, Ketua STIK, Kapusdik/Ka. Sekolah; dan
5. Ka. Pasukan.
b. Tanda Pangkat Staf dengan lis warna cokelat tua digunakan oleh anggota Polri kecuali yang berhak menggunakan Tanda Pangkat Komando.
(4) Tanda Pangkat PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b angka 1, digunakan oleh PNS Polri pada PDU dan PDH.
(5) Tanda Pangkat Harpa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b angka 2, digunakan oleh PNS Polri pada fungsi Satsik untuk kegiatan upacara.
(6) Monogram sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, dipasang pada ujung kerah baju kanan dan kiri dengan ujung padi menghadap ke dalam, digunakan untuk PDU, PDP, PDH, PDL-I, PDL-II Aswasada, PDL-II Patwal Roda Dua, PD Joki, PDH Misi PBB, PD Protokol, PD Pembawa Panji-Panji dan PD Musik Gabungan.
(7) Tanda Lokasi dan Tanda Induk Kesatuan, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, dipasang pada lengan kiri PDU-IV, PDP Danup-II, PDP Danpas, PDH, PDL-I, PDL-II, PD Pelayanan Jaringan TI, PD SAR, PD Museum, PD Hamil, PD Penerbang, PD Mekanik dan PD Misi PBB.
(8) Tanda Kesatuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, diperuntukan bagi pengemban tugas fungsi tertentu, dipasang pada lengan kanan pakaian dinas.
(9) Tanda Korps Kesatuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e, diperuntukan bagi pengemban tugas fungsi tertentu, dipasang pada saku kiri pakaian dinas.
(10) Lencana kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f, dipasang pada kemeja bagian dada kiri di atas tanda jasa, meliputi:
a. lencana kewenangan bentuk besar digunakan untuk PDH, PDL-I, PDL-II Aswasada, PDL-II Patwal Roda Dua dan PDH Misi PBB; dan
b. lencana kewenangan bentuk kecil digunakan untuk PDSH.
(11) Tanda jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g, dipakai oleh pegawai negeri pada Polri yang berhak, dipasang pada kemeja bagian dada kiri, 1 (satu) cm di atas tutup saku, meliputi:
a. tanda jasa medali besar digunakan untuk PDU-I dan PDU PNS Polri;
b. tanda jasa medali kecil digunakan untuk:
1. PDU-II dan PDU-III; dan
2. PDU PNS Polri pada upacara pemakaman dan ziarah tabur bunga;
c. tanda jasa pita digunakan pada PDU-III, PDU-IV, PDP Danup-II, PDP Danpas, PDH, PDL-I, PDL-II Aswasada, PDL-II Patwal, PDH Misi PBB, PD Protokol dan PD Pembawa Panji-Panji.
(12) Papan/label nama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf h, dipasang pada kemeja bagian dada kanan, 1 (satu) cm di atas tutup saku sesuai peruntukannya.
(13) Label POLRI bentuk bordir sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf I, dipasang 1 (satu) cm di atas saku kiri sesuai peruntukannya.
(14) Lencana Tanda jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf j, dipakai bagi yang berhak sesuai jabatan, dipasang pada saku kanan atas sesuai peruntukannya.
(15) Tanda kemahiran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf k, dipakai bagi yang berhak, dipasang di atas papan/label nama.
(16) Lencana Korpri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf l, dipasang pada kemeja bagian dada kiri di atas tanda jasa.
(17) Bentuk, ukuran, bahan dan warna atribut pakaian dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan dengan Keputusan Kapolri.