Peraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku pada tanggal
ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal, 13 November 2024
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,
Ditandatangani secara elektronik
ASKOLANI
---
LAMPIRAN
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN
CUKAI NOMOR PER-13/BC/2024
TENTANG PETUNJUK TEKNIS TATA CARA
PEMBEBASAN CUKAI
A. CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMERIKSAAN LOKASI
(KOP SURAT KANTOR BEA DAN CUKAI)
BERITA ACARA PEMERIKSAAN LOKASI
NOMOR: ........(1)........
TANGGAL: ........(2)........
Pada hari .......(3)....... tanggal .......(4)....... bulan .......(5)....... tahun .......(6).......,
berdasarkan Surat Tugas Nomor .......(7)....... tanggal .......(8)......., telah dilakukan
pemeriksaan lokasi terhadap Orang yang mengajukan permohonan untuk
mendapatkan Nomor Pokok Pengguna Pembebasan (NPPP) sebagai berikut:
1. Nama perusahaan/instansi/badan/lembaga : ........(9)........
1. Alamat kantor korespondensi : ........(10)........
1. Telepon dan email yang aktif : .......(11).......
4. NPWP : .......(12).......
1. Nama penanggung jawab : .......(13).......
1. Jabatan penanggung jawab : .......(14).......
1. Alamat penanggung jawab : .......(15).......
1. Perizinan berusaha di bidang perindustrian
yang memiliki bidang usaha industri : .......(16).......
pengolahan/ manufaktur yang dimiliki
1. Tujuan penggunaan barang kena cukai : .......(17).......
1. Lokasi usaha/tempat usaha:
- Alamat : .......(18).......
- RT/RW : .......(19).......
- Desa/Kelurahan : .......(20).......
- Kecamatan : .......(21).......
- Kabupaten/Kota : .......(22).......
- Provinsi : .......(23).......
1. Luas lokasi usaha/tempat usaha Orang:
- Luas lokasi : .......(24).......
- Luas tempat penimbunan barang kena cukai : .......(25).......
1. Batas lokasi usaha/tempat usaha Orang:
- Sebelah Utara : .......(26).......
- Sebelah Timur : .......(27).......
- Sebelah Selatan : .......(28).......
- Sebelah Barat : .......(29).......
1. Hal/Informasi lainnya:
.......(30).......
1. Lampiran
- .......(31).......
- dst
1. Kesimpulan
- .......(32).......
- dst
Demikian Berita Acara Pemeriksaan Lokasi ini dibuat dengan sebenarnya.
Penanggung jawab Pejabat Bea dan Cukai
---
.......(33)....... .......(34).......
.......(33)....... .......(34).......
.......(34).......
Mengetahui
Kepala Kantor .......(35).......
.......(36).......
---
PETUNJUK PENGISIAN
Angka (1) : diisi nomor berita acara pemeriksaan.
Angka (2) diisi tanggal berita acara pemeriksaan.
Angka (3) : diisi hari pelaksanaan pemeriksaan lokasi.
Angka (4) : diisi tanggal pelaksanaan pemeriksaan lokasi.
Angka (5) : diisi bulan pelaksanaan pemeriksaan lokasi.
Angka (6) : diisi tahun pelaksanaan pemeriksaan lokasi.
Angka (7) : diisi nomor surat tugas.
Angka (8) : diisi tanggal surat tugas.
Angka (9) : diisi nama perusahaan/instansi/badan/lembaga.
Angka (10) : diisi alamat kantor perusahaan/instansi/badan/lembaga.
Angka (11) : diisi telepon dan email yang aktif.
Angka (12) : diisi NPWP perusahaan/instansi/badan/lembaga.
Angka (13) : diisi nama penanggung jawab.
Angka (14) : diisi jabatan penanggung jawab.
Angka (15) : diisi alamat penanggung jawab.
Angka (16) : diisi perizinan berusaha di bidang perindustrian yang memiliki
bidang usaha industri pengolahan/ manufaktur yang dimiliki
yang dimiliki.
Angka (17) : diisi jenis BHA Bukan BKC/jenis kegiatan penelitian dan
pengembangan ilmu pengetahuan/jenis kegiatan sosial/produksi
etil alkohol dirusak sehingga tidak baik untuk diminum.
Angka (18) : diisi alamat lokasi usaha/tempat usaha sesuai hasil penelitian.
Angka (19) : diisi RT/RW sesuai hasil penelitian.
Angka (20) : diisi desa/kelurahan sesuai hasil penelitian.
Angka (21) : diisi kecamatan sesuai hasil penelitian.
Angka (22) : diisi kabupaten/kota sesuai hasil penelitian.
Angka (23) : diisi provinsi sesuai hasil penelitian.
Angka (24) : diisi luas lokasi.
Angka (25) : diisi luas tempat penimbunan barang kena cukai.
Angka (26) : diisi batas sebelah utara lokasi usaha/tempat usaha.
Angka (27) : diisi batas sebelah timur lokasi usaha/tempat usaha.
Angka (28) : diisi batas sebelah selatan lokasi usaha/tempat usaha.
Angka (29) : diisi batas sebelah barat lokasi usaha/tempat usaha.
Angka (30) : diisi informasi lainnya yang diperlukan yang didapatkan dari
pemeriksaan.
Angka (31) : diisi lampiran permohonan Orang.
Angka (32) : diisi kesimpulan pemeriksaan lokasi.
Angka (33) : diisi nama dan tanda tangan penanggung jawab.
Angka (34) : diisi nama dan tanda tangan Pejabat Bea dan Cukai.
Angka (35) : diisi nama Kantor yang melaksanakan pemeriksaan lokasi.
Angka (36) : diisi nama dan tanda tangan kepala Kantor.
---
B. CONTOH FORMAT BERITA ACARA PEMAPARAN PROSES BISNIS
(KOP SURAT KANTOR BEA DAN CUKAI)
BERITA ACARA PEMAPARAN PROSES BISNIS
NOMOR: ........(1).......
TANGGAL: ........(2).......
Pada hari .......(3)....... tanggal .......(4)....... bulan .......(5)....... tahun .......(6)....... kami
yang bertandatangan di bawah ini sesuai dengan Surat Undangan kepala Kantor
.......(7)....... Nomor .......(8)....... tanggal .......(9)......., dengan ini menyatakan bahwa:
1. Nama perusahaan : .......(10).......
1. Alamat kantor perusahaan : .......(11).......
1. Lokasi usaha perusahaan : .......(12).......
4. NPWP : .......(13).......
1. Bidang usaha industri : .......(14).......
1. Jenis BHA Bukan BKC : .......(15).......
telah melakukan pemaparan proses bisnis dan berdasarkan hasil penilaian
pemaparan proses bisnis sebagaimana terlampir, dapat disimpulkan bahwa
.......................(16).............................
Pemaparan telah selesai dilaksanakan pada tanggal .......(17)....... pukul
.......(18).......
Demikian Berita Acara Pemaparan Proses Bisnis ini dibuat dengan sebenarnya.
Penanggung Jawab Perusahaan Pejabat Bea dan Cukai
.......(19)....... .......(20).......
.......(19)....... .......(20).......
Mengetahui
Kepala Kantor .......(7).......
.......(21).......
---
PETUNJUK PENGISIAN
Angka (1) : diisi nomor berita acara pemaparan proses bisnis.
Angka (2) : diisi tanggal berita acara pemaparan proses bisnis.
Angka (3) : diisi hari pelaksanaan pemaparan proses bisnis.
Angka (4) : diisi tanggal pelaksanaan pemaparan proses bisnis.
Angka (5) : diisi bulan pelaksanaan pemaparan proses bisnis.
Angka (6) : diisi tahun pelaksanaan pemaparan proses bisnis.
Angka (7) : diisi Kantor yang melaksanakan pemaparan proses bisnis.
Angka (8) : diisi nomor surat undangan pemaparan proses bisnis.
Angka (9) : diisi tanggal surat undangan pemaparan proses bisnis..
Angka (10) : diisi nama perusahaan.
Angka (11) : diisi alamat kantor korespondensi perusahaan.
Angka (12) : diisi alamat lokasi usaha/tempat usaha perusahaan.
Angka (13) : diisi nomor NPWP perusahaan.
Angka (14) : diisi jenis bidang usaha industri yang dilakukan perusahaan
dalam hal memproduksi BHA Bukan BKC.
Angka (15) : diisi jenis BHA Bukan BKC yang dihasilkan.
Angka (16) : diisi hasil pemaparan proses bisnis.
Angka (17) : diisi tanggal selesainya dilakukan pemaparan proses bisnis.
Angka (18) : diisi waktu selesainya dilakukan pemaparan proses bisnis.
Angka (19) : diisi nama dan tanda tangan penanggung jawab perusahaan.
Angka (20) : diisi nama dan tanda tangan Pejabat Bea dan Cukai pada saat
pemaparan proses bisnis.
Angka (21) : diisi nama dan tanda tangan kepala Kantor.
---
C. TATA CARA PEMAPARAN PROSES BISNIS
1. Perusahaan
- Setelah mendapatkan pemberitahuan jadwal pemaparan proses
bisnis dari kepala Kantor, perusahaan yang bermaksud untuk
ditetapkan menjadi Pengguna mengirimkan bahan pemaparan
proses bisnis kepada kepala Kantor atau Pejabat Bea dan Cukai
yang ditunjuk paling lambat 1 (satu) Hari Kerja sebelum
pelaksanaan pemaparan proses bisnis.
- Perusahaan yang bermaksud untuk ditetapkan menjadi Pengguna
harus melakukan pemaparan proses bisnis kepada kepala Kantor
atau Pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk.
- Bahan pemaparan proses bisnis sebagaimana dimaksud pada butir
a minimal memuat:
1. latar belakang perusahaan;
1. struktur organisasi;
1. profil perusahaan;
1. proses bisnis perusahaan;
1. Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan;
1. foto dokumentasi lokasi perusahaan;
1. denah lokasi;
1. layout tempat usaha;
1. alur proses produksi;
1. kapasitas produksi;
1. jenis Bahan Baku dan Bahan Penolong yang digunakan;
1. barang hasil produksi yang akan menggunakan Bahan Baku
dan Bahan Penolong berupa barang kena cukai; dan
1. rencana pemasaran dalam negeri dan/atau ekspor.
- Pemaparan proses bisnis dilakukan oleh anggota direksi
perusahaan yang tercantum dalam akta pendirian atau akta
perubahan perusahaan yang terakhir.
- Dalam hal anggota direksi perusahaan sebagaimana dimaksud pada
butir d berhalangan hadir, pemaparan proses bisnis dapat
dilakukan oleh kuasanya yang merupakan penanggung jawab
perusahaan.
- Selain anggota direksi perusahaan atau penanggung jawab
perusahaan, dalam pelaksanaan pemaparan proses bisnis
dimaksud paling kurang dihadiri oleh pegawai atau staff yang
bertanggung jawab menangani proses produksi, perpajakan,
Information and Technology (IT), serta pencatatan/pembukuan hasil
produksi.
- Pemaparan proses bisnis dilakukan sesuai dengan waktu yang telah
ditetapkan oleh kepala Kantor.
1. Kantor Bea dan Cukai
- Terhadap permohonan yang menurut berita acara pemeriksaan
dinyatakan sesuai, kepala Kantor memberitahukan jadwal pemaparan
proses bisnis perusahaan kepada person in charge (PIC) yang
didaftarkan oleh perusahaan pada saat pengajuan permohonan
Pendaftaran.
- Kepala Kantor melakukan penilaian atas pemaparan proses bisnis yang
dilakukan oleh perusahaan, dengan contoh format kriteria penilaian
sebagai berikut:
No Kriteria Penilaian* Penjelasan
1 Pemenuhan persyaratan Pemenuhan persyaratan Pendaftaran
Pendaftaran. untuk mendapatkan Nomor Pokok
Pengguna Pembebasan (NPPP) sesuai
---
berita acara pemeriksaan dan
rekomendasi Kepala Kantor.
2 Sistem Pengendalian Internal (SPI)
- Penanggung jawab perusahaan Yang dapat hadir:
dapat dihadirkan pada saat 1. Penanggung jawab perusahaan sesuai
pemaparan proses bisnis. dengan yang tercantum dalam akta
pendirian perusahaan atau
perubahannya yang terakhir;
dan/atau
1. Penanggung jawab perusahaan
berdasarkan kuasa dari pemilik atau
penanggung jawab yang tercantum
dalam akta pendirian perusahaan
atau perubahannya yang terakhir.
- Penanggung jawab perusahaan Yang dimaksud memahami proses bisnis
memahami proses bisnis perusahaan adalah:
penggunaan barang kena cukai 1. memahami ketentuan umum
dengan Pembebasan Cukai mengenai Pembebasan Cukai;
yang dilakukan di perusahaan. 2. memahami kegiatan yang akan
dilakukan di lokasi usaha atau
tempat usaha Pengguna dalam
menghasilkan BHA Bukan BKC; dan
1. memahami sanksi yang dapat
dikenakan apabila Pengguna
melakukan pelanggaran berkaitan
dengan ketentuan Pembebasan
Cukai.
- Perusahaan memiliki struktur Yang dimaksud dengan struktur
organisasi yang jelas. organisasi yang jelas adalah apabila
perusahaan minimal memiliki:
1. direksi (presiden direktur dan atau
direktur);
1. pengelola keuangan;
1. pengelola Human Resource
Development (HRD); dan
1. pengelola produksi.
(disesuaikan dengan pemaparan proses
bisnis perusahaan)
3 Eksistensi dan Nature of Business Perusahaan:
- Dapat mempresentasikan profil Dapat menjelaskan profil perusahaan
perusahaan (company profile). baik secara visual, maupun secara lisan
dengan baik dan representatif.
- Foto dan/atau denah lokasi Foto yang ditampilkan jelas dan tidak
perusahaan dapat ditampilkan buram.
dan pemenuhan persyaratan
fisik (memiliki tempat khusus
untuk menimbun barang kena
cukai).
- Dapat menunjukkan rencana Denah lokasi jelas dan memiliki batas-
denah lokasi/tempat yang akan batas lokasi.
digunakan dalam pengolahan
BHA Bukan BKC.
- Dapat menjelaskan jenis BHA Dapat menjelaskan deskripsi BHA Bukan
Bukan BKC yang akan BKC yang akan diproduksi secara jelas.
diproduksi/dihasilkan.
- Dapat menjelaskan alur 1. Dapat menjelaskan alur kegiatan
produksi dan penggunaan etil dengan lengkap dan jelas di setiap
alkohol, termasuk penggunaan tahapannya disertai penjelasan
bahan baku atau bahan penggunaan etil alkohol dalam setiap
penolong lainnya, mulai dari tahapannya sehingga dapat
pemasukan bahan baku atau memberikan gambaran kegiatan
bahan penolong sampai dengan perusahaan kepada Pejabat Bea dan
pengeluaran hasil produksi. Cukai; dan
1. Dapat menjelaskan komposisi bahan
baku atau bahan penolong yang
digunakan tidak hanya etil alkohol
dan air/aquadest.
---
- Dapat menjelaskan keterkaitan Bahan baku atau bahan penolong berupa
jenis bahan baku atau bahan etil alkohol harus memiliki keterkaitan
penolong berupa etil alkohol, dengan Nature of Business Perusahaan
seperti maksud dan tujuan dan badan usaha dapat menjelaskan
penggunaan etil alkohol atau maksud dan tujuan penggunaan etil
fungsi penggunaan etil alkohol, alkohol atau fungsi dari penggunaan etil
dalam menghasilkan produksi alkohol dalam menghasilkan produksi.
sesuai bidang usaha
perusahaan.
- Dapat menjelaskan kapasitas Kapasitas produksi berhubungan dengan
produksi perusahaan atas jenis biaya yang harus dikeluarkan oleh
BHA Bukan BKC yang perusahaan untuk menentukan jumlah
menggunakan bahan baku maksimal produk yang dapat dihasilkan
atau bahan penolong berupa dan berhubungan dengan perkiraan
barang kena cukai. jumlah etil alkohol yang dibutuhkan
dalam pembuatan BHA Bukan BKC atau
pembuatan BHA Bukan BKC melalui
Proses Produksi Terpadu.
5 Pemilik atau penanggung jawab Cukup jelas.
perusahaan dapat memahami
konsekuensi dari pemberian
fasilitas Pembebasan Cukai.
6 Melaksanakan kewajiban Telah menyampaikan Surat
perpajakan sesuai ketentuan. Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak
Penghasilan yang sudah menjadi
kewajiban bagi wajib pajak sesuai dengan
peraturan perundang-undangan
mengenai perpajakan.
*disesuaikan dengan proses bisnis perusahaan/ruang lingkup
permohonan Pendaftaran.
1. Penilaian pemaparan proses bisnis dituangkan dalam lembar hasil
penilaian pemaparan proses bisnis dengan contoh format sebagai berikut:
Hasil Penilaian Pemaparan Proses Bisnis
Kriteria Penilaian
No *Komponen Penilaian
Ada/Ya Tidak
1 Pemenuhan persyaratan Pendaftaran.
2 Komitmen perusahaan dalam melakukan
pemaparan proses bisnis:
- Pemilik atau penanggung jawab perusahaan
dapat dihadirkan pada saat pemaparan proses
bisnis dan sesuai dengan yang tercantum dalam
akta pendirian perusahaan dan/atau
perubahannya yang terakhir
- Pemilik atau penanggung jawab perusahaan
memahami proses bisnis yang dilakukan di
perusahaan
- Isi paparan dapat menggambarkan profil bisnis
perusahaan secara utuh
3 Sistem Pengenalian Internal (SPI):
- Badan usaha memiliki struktur organisasi yang
jelas
- Badan usaha memiliki uraian atau deskripsi
tugas (job description) dari setiap bagian atau
untuk masing-masing jabatan dalam struktur
organisasi?
- Badan usaha memiliki tata cara/prosedur atau
SOP yang memadai terutama berkaitan dengan
penggunaan bahan baku atau bahan penolong
dalam pembuatan BHA Bukan BKC dan
pengolahan BHA Bukan BKC
4 Eksistensi dan Nature of Business Perusahaan:
- Dapat mempresentasikan profil perusahaan
(company profile)
---
- Foto dan/atau denah lokasi perusahaan dapat
ditampilkan dan pemenuhan persyaratan fisik
(memiliki tempat khusus untuk menimbun
barang kena cukai)
- Dapat menunjukkan rencana denah
lokasi/tempat yang akan digunakan dalam
pengolahan BHA Bukan BKC
- Dapat menjelaskan jenis BHA Bukan BKC yang
akan diproduksi/dihasilkan baik yang
menggunakan bahan baku atau bahan penolong
berupa etil alkohol maupun tidak
- Dapat menjelaskan alur produksi dan
penggunaan etil alkohol mulai dari pemasukan
bahan baku atau bahan penolong sampai
dengan pengeluaran hasil produksi
- Dapat menjelaskan keterkaitan jenis barang dan
bahan serta hasil produksi dengan bidang
usaha perusahaan
- Dapat menerangkan kapasitas produksi
perusahaan atas jenis BHA Bukan BKC yang
menggunakan bahan baku atau bahan penolong
berupa etil alkohol
- Dapat menjelaskan cakupan pemasaran
dan/atau penjualan produk yang dihasilkan
- Dapat menjelaskan rencana perluasan atau
pengembangan produksi atau usaha
kedepannya
5 Pemilik atau penanggung jawab perusahaan dapat
memahami konsekuensi dari pemberian fasilitas
6 Melaksanakan kewajiban perpajakan sesuai
ketentuan
7 Informasi lainnya yang diperoleh dari paparan a. …
perusahaan b. …
8 Kesimpulan:
..................................................................
(diisi kesimpulan hasil pemaparan proes bisnis)
9 Catatan:
..................................................................
10 Nama Pejabat Bea dan Cukai Penilai 1:
Jabatan
Tanda tangan
11 Nama Pejabat Bea dan Cukai Penilai 2:
Jabatan
Tanda tangan
12 Nama Pejabat Bea dan Cukai Penilai 3:
Jabatan
Tanda tangan
13 dst.
*disesuaikan dengan proses bisnis perusahaan/ruang lingkup
permohonan Pendaftaran.
1. Setelah perusahaan melakukan pemaparan proses bisnis, kepala Kantor
melakukan penilaian atas hasil pemaparan tersebut pada lembar penilaian
sebagaimana dimaksud di atas dan membuat berita acara pemaparan
proses bisnis sesuai contoh format Lampiran huruf B.
---
D. TATA CARA PENOMORAN NPPP
SIMULASI PENOMORAN NPPP
Penomoran NPPP terdiri dari:
1. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
NPWP Orang. Orang merupakan orang pribadi atau badan hukum yang
mengajukan permohonan Pendaftaran sesuai peraturan perundang-
undangan mengenai Pembebasan Cukai;
1. Kode Kantor Bea dan Cukai yang mengawasi lokasi, bangunan, atau
tempat usaha Pengguna.
Sesuai ketentuan saat ini, kode Kantor dicantumkan dalam 4 (empat)
digit; dan
1. Kode jenis Pembebasan Cukai.
Sesuai ketentuan saat ini, kode jenis Pembebasan Cukai dicantumkan
1 (satu) digit, yaitu angka:
1 Pembebasan Cukai atas barang kena cukai yang digunakan
sebagai Bahan Baku atau Bahan Penolong dalam pembuatan
BHA Bukan BKC.
2 Pembebasan Cukai atas barang kena cukai yang digunakan
sebagai Bahan Baku atau Bahan Penolong dalam pembuatan
BHA Bukan BKC melalui Proses Produksi Terpadu.
3 Pembebasan Cukai atas barang kena cukai untuk keperluan
penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.
4 Pembebasan Cukai atas barang kena cukai yang
dipergunakan untuk tujuan sosial berupa keperluan di
bidang pelayanan Kesehatan.
5 Pembebasan Cukai atas barang kena cukai yang
dipergunakan untuk tujuan sosial berupa keperluan
bantuan bencana.
6 Pembebasan Cukai atas barang kena cukai yang
dipergunakan untuk tujuan sosial berupa keperluan
peribadatan umum.
7 Pembebasan Cukai atas barang kena cukai tertentu yaitu etil
alkohol yang dirusak sehingga tidak baik untuk diminum.
8 Pembebasan Cukai atas barang kena cukai tertentu yaitu
minuman yang mengandung etil alkohol dan hasil tembakau
yang dikonsumsi oleh penumpang dan awak sarana
pengangkut yang berangkat langsung ke luar Daerah
Pabean.
Contoh penomoran NPPP adalah sebagai berikut:
1. Kantor A menerima permohonan untuk memperoleh NPPP dari PT AA.
Kantor A menyetujui permohonan tersebut, sehingga diberikan
penomoran sebagai berikut:
XXXXXXXX + XXXX + X = XXXXXXXXXXX
XXXXXXXX XXXXXXXXX
NPWP kode kode nomor NPPP
Kantor jenis
Bea Pembebasan
dan Cukai
Cukai
---
1. KPPBC Tipe Madya Pabean A Tangerang menerima permohonan untuk
memperoleh NPPP dari PT BB, dengan rincian:
- PT BB memiliki NPWP dengan nomor 1234567812345678;
- KPPBC Tipe Madya Pabean A Tangerang memiliki kode Kantor 0702;
dan
- PT BB mengajukan permohonan NPPP untuk Pembebasan Cukai
atas barang kena cukai yang digunakan sebagai Bahan Baku atau
Bahan Penolong dalam pembuatan BHA Bukan BKC.
KPPBC Tipe Madya Pabean A Tangerang menyetujui permohonan
tersebut, sehingga diberikan penomoran sebagai berikut:
12345678 + 0702 + 1 = 12345678123
12345678 45678-0702-1
NPWP kode kode nomor NPPP
Kantor jenis
Bea Pembebasan
dan Cukai
Cukai
---
E. TATA CARA PENELITIAN DALAM PERUBAHAN DATA NPPP
Penelitian terhadap dokumen perubahan dilakukan sesuai dengan kriteria
penilaian sebagai berikut:
No Aspek *Dasar Pemeriksaan Kriteria Sesuai
1 Nama dan/atau - Akta pendirian dan/atau Nama dan/atau bentuk
bentuk Orang. akta perubahan yang Orang/perusahaan sesuai
terakhir; dengan dokumen
- Perizinan berusaha; dan perubahan.
- Dokumen perusahaan
lainnya atau entitas
lainnya yang terkait.
2 Nama dan/atau - Akta pendirian dan/atau Nama dan/atau NPWP
NPWP pemilik. akta perubahan yang pemilik sesuai dengan
terakhir; dan dokumen perubahan.
- NPWP pemilik.
3 Data - Akta pendirian dan/atau Data penanggung jawab
penanggung akta perubahan yang sesuai dengan dokumen
jawab. terakhir; dan perubahan.
- Dokumen perusahaan
lainnya atau entitas
lainnya yang terkait.
4 NPWP - NPWP Pengguna. NPWP sesuai dengan
Pengguna. dokumen perubahan.
5 Lokasi atau - Perizinan berusaha; Lokasi atau tempat usaha
tempat usaha. - Gambar denah lokasi, sesuai dengan dokumen
bangunan, dan/atau perubahan.
tempat usaha; dan
- Dokumen perusahaan
lainnya atau entitas
lainnya yang terkait;
6 Jenis etil alkohol - Uraian tentang alur proses Jenis etil alkohol dan/atau
dan/atau jenis produksi dan penggunaan jenis Etil Alkohol Campur
Etil Alkohol barang kena cukai dalam sesuai dengan dokumen
Campur. pembuatan BHA Bukan perubahan.
BKC;
- Contoh BHA Bukan BKC;
dan
- Surat pernyataan
mengenai alasan dan
penjelasan teknis
penggunaan Etil Alkohol
Murni khusus untuk BHA
Bukan BKC yang
membutuhkan Etil Alkohol
Murni.
7 Perubahan jenis - Uraian tentang alur proses Perubahan jenis BHA
BHA Bukan produksi dan penggunaan Bukan BKC sesuai dengan
BKC. barang kena cukai dalam dokumen perubahan.
pembuatan BHA Bukan
BKC;
- Contoh BHA Bukan BKC;
dan
- Surat pernyataan
mengenai alasan dan
penjelasan teknis
penggunaan Etil Alkohol
Murni khusus untuk BHA
Bukan BKC yang
membutuhkan Etil Alkohol
Murni.
8 Perubahan - Dokumen yang memuat Perubahan kegiatan
kegiatan uraian kegiatan yang penelitian dan
penelitian dan dilakukan, tujuan pengembangan ilmu
pengembangan penggunaan barang kena pengetahuan sesuai
cukai, dan manfaat
---
ilmu kegiatan yang dilakukan dengan dokumen
pengetahuan. dalam memajukan ilmu perubahan.
pengetahuan; dan
- Surat pernyataan
mengenai alasan dan
penjelasan penggunaan Etil
Alkohol Murni, khusus
untuk penggunaan Etil
Alkohol Murni.
9 Perubahan - Surat pernyataan Perubahan tujuan sosial
tujuan sosial. mengenai uraian keperluan sesuai dengan dokumen
penggunaan barang kena perubahan.
cukai;
- Surat pernyataan yang
menyatakan bahwa barang
kena cukai tidak untuk
diperjualbelikan; dan
- Surat pernyataan
mengenai alasan dan
penjelasan penggunaan Etil
Alkohol Murni, khusus
untuk penggunaan Etil
Alkohol Murni.
10 Perubahan jenis - Dokumen persyaratan Perubahan jenis barang
barang kena Pendaft