Dalam Peraturan Direktur Jenderal ini, yang dimaksud
dengan:
1. Undang-Undang Cukai adalah Undang-Undang Nomor
11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang
Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan
Perpajakan.
1. Kawasan Pabean adalah kawasan dengan batas–batas
tertentu di pelabuhan laut, bandar udara, atau tempat
lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang
sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai.
1. Tempat Penimbunan Sementara yang selanjutnya
disingkat TPS adalah bangunan dan/atau lapangan atau
tempat lain yang disamakan dengan itu di Kawasan
Pabean untuk menimbun barang sementara menunggu
pemuatan atau pengeluarannya.
1. Tempat Penimbunan Berikat adalah bangunan, tempat,
atau kawasan yang memenuhi persyaratan tertentu yang
digunakan untuk menimbun barang dengan tujuan
tertentu dengan mendapatkan penangguhan bea masuk.
1. Pabrik adalah tempat tertentu termasuk bangunan,
halaman, dan lapangan yang merupakan bagian
daripadanya, yang dipergunakan untuk menghasilkan
barang kena cukai dan/atau untuk mengemas barang
kena cukai dalam kemasan untuk penjualan eceran.
1. Tempat Penyimpanan adalah tempat, bangunan,
dan/atau lapangan yang bukan merupakan bagian dari
Pabrik, yang dipergunakan untuk menyimpan barang
kena cukai berupa etil alkohol yang masih terutang cukai
dengan tujuan untuk disalurkan, dijual, atau diekspor.
1. Tempat Usaha Importir barang kena cukai yang
selanjutnya disebut Tempat Usaha Importir adalah
tempat, bangunan, halaman, dan/atau lapangan yang
dipergunakan untuk kegiatan usaha dan/atau untuk
menimbun barang kena cukai asal impor yang sudah
dilunasi cukainya.
1. Tempat Usaha Penyalur adalah tempat, bangunan,
halaman, dan/atau lapangan yang dipergunakan untuk
kegiatan usaha dan/atau untuk menimbun barang kena
cukai yang sudah dilunasi cukainya untuk disalurkan
---
atau dijual yang semata-mata ditujukan bukan kepada
konsumen akhir.
1. Tempat Penjualan Eceran adalah tempat untuk menjual
secara eceran barang kena cukai kepada konsumen
akhir.
1. Tempat Penimbunan Terakhir adalah tempat
penimbunan barang kena cukai tujuan ekspor sebelum
pemasukan ke Kawasan Pabean di pelabuhan muat.
1. Tempat Pengguna Fasilitas Pembebasan Cukai adalah
tempat atau lokasi pengguna barang kena cukai yang
mendapatkan fasilitas pembebasan cukai.
1. Orang adalah orang pribadi atau badan hukum.
1. Pengusaha Pabrik adalah Orang yang mengusahakan
Pabrik.
1. Pengusaha Tempat Penyimpanan adalah Orang
yang mengusahakan Tempat Penyimpanan.
1. Importir adalah Orang yang memasukkan barang kena
cukai ke dalam daerah pabean.
1. Penyalur adalah Orang yang menyalurkan atau menjual
barang kena cukai sudah dilunasi cukainya yang
semata-mata ditujukan bukan kepada konsumen akhir.
1. Pengusaha Tempat Penjualan Eceran adalah Orang yang
mengusahakan Tempat Penjualan Eceran.
1. Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang
selanjutnya disebut Kantor adalah Kantor Pelayanan
Utama Bea dan Cukai atau Kantor Pengawasan dan
Pelayanan Bea dan Cukai di lingkungan Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai.
1. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan
Cukai.
1. Pejabat Bea dan Cukai adalah pegawai Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai yang ditunjuk dalam jabatan
tertentu berdasarkan Undang-Undang.
1. Dokumen Cukai adalah dokumen yang digunakan dalam
rangka pelaksanaan Undang-Undang Cukai, dalam
bentuk formulir atau melalui media elektronik.
1. Sistem Aplikasi di Bidang Cukai adalah sistem aplikasi
yang dipergunakan di bidang cukai.
