Langsung ke konten

PENETAPAN BAGIAN VA (KEMENTRIAN PERTANIAN)

UU No. 37 Tahun 1957 berlaku

Ditetapkan: 1957-01-01

Pasal 1

Bagian V A (Kementerian Pertanian) dari Anggaran Republik Indonesia

untuk tahun dinas 1954 ditetapkan seperti berikut:

BAGIAN V A

## BAB I (Pengeluaran)

5A.1 Kementerian dan pengeluaran umum ...... 9 517 100

5A.2 Jawatan Perikanan Laut ................ 10 405 200

5A.3 Jawatan Penyelidikan Alam ............. 6 726 400

5A.4 Pusat Jawatan Pertanian Rakyat ........ 22 847 000

5A.5 Jawatan Perkebunan ................... 3 053 900

5A.6 Jawatan Kehewanan ..................... 12 798 900

5A.7 ...

---

PRESIDEN

5A.7 Jawatan Kehutanan ..................... 259 552 000

5A.8 Balai Besar Penyelidikan Pertanian .... 16 282 700

5A.9 Balai Penyelidikan Perikanan Darat di

Jakarta dan di Bogor .................. 1 407 300

5A.10 Kantor Pendidikan Pertanian ........... 7 904 400

5A.11 Kantor Perancang Tata Bumi ............ 1 269 600

5A.12 Jawatan Karet Rakyat .................. 10 762 300

5A.13 Jawatan Perikanan Darat ............... 5 038 900

5A.14 Jawatan Pembangunan Usaha Tani ........ 8 745 000

5A.15 Pengeluaran tak tersangka ............. 150 000

5A.1A Rencana Kesejahteraan Kementerian dan

pengeluaran umum ...................... 3 445 500

5A.2A Rencana Kesejahteraan Jawatan Perikanan

Laut .................................. 19 266 700

5A.3A Rencana Kesejahteraan Pusat Jawatan Per

tanian Rakyat ......................... 46 757 000

5A.4A Rencana Kesejahteraan Jawatan Kehewanan 10 489 200

5A.5A Rencana Kesejahteraan Jawatan Kehutanan 53 750 000

5A.6A Rencana Kesejahteraan Jawatan Karet

Rakyat ................................ 7 877 500

5A.7A Rencana Kesejahteraan Jawatan Perikanan

Darat ................................. 3 298 900

5A.8A...

---

PRESIDEN

5A.8A Rencana Kesejahteraan Balai Besar Penye

lidikan Pertanian ..................... 9 990 600

5A.9A Rencana Kesejahteraan Pengeluaran tak

tersangka ............................. Memori

_____________

Jumlah ................. 531 154 100

============

(Lima ratus tiga puluh satu juta seratus lima puluh empat ribu seratus

rupiah).

Diantaranya :

Jumlah rencana biasa ............................ 376 460 700

Jumlah rencana kesejahteraan .................... 154 693 400

## BAB II (Penerimaan)

5A.1.1 Kementerian dan penerimaan umum.

5A.1.1.1 Pendapatan penjualan penerbitan-penerbitan Kementerian.

2 Pembayaran kembali persekot-persekot.

3 Penerimaan penjualan buku-buku standaardwerk "De Nuttige

planten van Indonesie - Heyne".

5A.2 ...

---

PRESIDEN

5A.2.1 Jawatan Perikanan Laut.

5A.2.1.1 Hasil-hasil dari percobaan perikanan.

2 Penjualan dan langganan-langganan majalah bulanan

"Visserij Nieuws".

5A.3.1 Jawatan Penyelidikan Alam.

5A.3.1.1 Uang masuk dari Akuarium bertalian dengan Laboratorium

Penyelidikan Laut.

2 Pendapatan Balai Pemotretan dan Penggambaran.

3 Hasil penerbitan Kebun Raya Indonesia.

4 Hasil penjualan bahan tanaman.

5A.3.1.5 Uang masuk bertalian dengan Museum Zoologicum

Bogoriensie.

6 Uang pembayaran masuk Kebun Raya Indonesia.

7 Hasil penjualan anggrek.

8 Penghasilan dari Laboratorium Treub, dan lain-lain.

9 Uang pembayaran masuk Kebun Pegunungan Cibodas.

10 Penerimaan berhubung dengan sewa ruangan rumah Negeri.

---

PRESIDEN

5A.4.1 Pusat Jawatan Pertanian Rakyat.

5A.4.1.1 Pendapatan penjualan biji-biji bahan tanaman dan sebagainya

dari Anak Bagian Perkebunan.

2 Hasil-hasil penjualan alat-alat pertanian, bahan-bahan pupuk

dan sebagainya.

3 Pendapatan langganan/penjualan majalah-majalah dan brosur-

brosur.

4 Pendapatan lain-lain.

5A.5.1 Jawatan Perkebunan.

5A.5.1.1 Pendapatan dari pekerjaan-pekerjaan berhubung dengan

pemeriksaan contoh kulit kina.

2 Pembayaran kembali dengan cara iuran dari pabrik teh dan

penanaman teh rakyat.

3 Penerimaan iuran mahasiswa College Gula Negara di

Yogyakarta.

4 Penerimaan kembali belanja pegawai yang dibayarkan kepada

pegawai-pegawai yang dipekerjakan pada PPRI dan PERRIN.

5 Penerimaan dari pengangkutan tebu rakyat.

5A.6 ...

---

PRESIDEN

5A.6.1 Jawatan Kehewanan.

5A.6.1.1 Pendapatan berhubung dengan penjualan ternak dan

sebagainya.

2 Uang pemeriksaan.

3 Pembayaran kembali oleh mahasiswa dalam ikatan jabatan

untuk mikroskop-mikroskop yang diberikan padanya.

4 Hasil penjualan alat-alat laboratorium.

5 Pendapatan penjualan obat-obat.

6 Hasil penjualan vaccin dan lain-lain oleh Balai Penyelidikan

Penyakit Mulut dan Kuku.

7 Hasil penjualan vaccin dan lain-lain oleh Lembaga Penyakit

Hewan di Bogor.

8 Penerimaan dari SKMA Malang.

5A.6.1.9 Pendapatan dari penjualan ternak hewan dan lain-lain dari

Balai Penyelidikan Peternakan Bogor.

10 Pendapatan dari penjualan ternak hewan dan lain-lain dari

Bagian Dependances Balai Penyelidikan Peternakan Grati.

11 Hasil penjualan hewan-hewan dan ayam-ayam yang tidak

dapat dipergunakan lagi beserta lain-lain pendapatan dari LPS

di Bogor.

5A.7.1 Jawatan Kehutanan.

5A.7.1.1 Pendapatan dari kayu dan lain-lain hasil-hasil kehutanan dan

penerimaan yang bersangkutan dengan itu.

2 Pembayaran...

---

PRESIDEN

2 Pembayaran kembali mengenai pengeluaran untuk kepentingan

instansi-instansi kehutanan otonom.

5A.8.1 Balai Besar Penyelidikan Pertanian.

5A.8.1.1 Pendapatan berhubung dengan pemeriksaan biji-biji buah-

buahan dan tanam-tanaman.

2 Penjualan hasil-hasil Balai Penyelidikan Pertanian dan

penjualan alat-alat pertanian Balai Teknik Pertanian.

3 Pendapatan berhubung dengan hasil/sewaan bangunan-

bangunan Balai Besar Penyelidikan Pertanian yang bersifat

setengah permanen.

4 Hasil penjualan barang-barang tercetak dan buku-buku dari

Balai Besar Penyelidikan Pertanian.

5A.8.1.5 Pendapatan penjualan hasil-hasil kebun percobaan serta

kebun-kebun benih dari Balai Penyelidikan Teknik Pertanian.

6 Penerimaan-penerimaan untuk pemeriksaan contoh tanah dari

Balai Penyelidikan Tanah.

7 Pendapatan penjualan hasil kebun Percobaan Mapanget

Bagian Cabang Makasar.

5A.9.1 Balai penyelidikan Perikanan Darat.

5 A.9.1.1 Penjualan ikan.

2 Penerimaan lain-lain.

5A.10...

---

PRESIDEN

5A.10.1Kantor Pendidikan Pertanian.

5A.10.1.1 Pendapatan penjualan potret-potret dan diktat-diktat dan

sebagainya dari Kantor Pendidikan Pertanian dan sekolah-

sekolah.

2 Pendapatan Sekolah Pertanian Menengah dan Sekolah Per

tanian Menengah Atas.

3 Penghasilan Kebun.

4 Penghasilan Asrama.

5 Penerimaan kembali uang ikatan dinas dari murid-murid/

bekas murid yang membatalkan ikatan dinasnya.

5A.11.1 Jawatan Karet Rakyat.

5A.11.1.1 Penerimaan eksploitasi kebun percobaan penyadapan.

2 Penerimaan lain-lain.

3 Penjualan biji-biji karet.

4 Penjualan bibit-bibit karet (stumps).

5 Penjualan mangels.

5A.12.1 Jawatan Perikanan Darat.

5A.12.1.1 Penjualan ikan.

2 Penjualan bahan-bahan perikanan.

5A.13...

---

PRESIDEN

5A.13.1Jawatan Pembangunan Usaha Tani.

5A.13.1.1 Penerimaan kembali berhubung dengan pembelian alat-alat

untuk badan ketiga.

5A.14.1Penerimaan lain-lain.

5A.14.1.1 Hasil sarang burung dan gula-gula rabuk*).

2 Pendapatan berhubung dengan penangkapan mutiara.

3 Surat izin untuk memburu, menangkap atau membunuh bina

tang-binatang liar.

4 Surat izin untuk mengumpulkan telur-telur penyu*).

5 Penjualan barang-barang yang masih dapat dipakai untuk

keperluan Badan-badan Pemerintah.

6 Penjualan barang-barang yang tidak dapat dipakai lagi dan

yang berkelebihan.

7 Penerimaan lain-lain sepanjang tidak termasuk penerimaan

lain dari pelbagai jawatan dan perusahaan.

*) Dalam tahun 1954 dipindahkan ke Kementerian Dalam Negeri

(Desentralisasi).

RENCANA...

---

PRESIDEN

LAUT.

5A.1A.1 Rencana Kesejahteraan Jawatan Perikanan Laut.

5A.1A.1.1 Hasil penjualan benang-benang perikanan dan jaring-jaring

ikan.

2 Hasil penjualan perahu-perahu dan kapal-kapal.

3 Penerimaan kembali dari penjualan pencicilan kendaraan

bermotor.

4 Hasil dari pabrik es.

5 Hasil dari diepvries-installatie.

5A.2.A.1 Rencana Kesejahteraan Jawatan Perikanan Laut.

5A.2A.1.1 Hasil penjualan benang-benang perikanan dan jaring-jaring

ikan.

2 hasil penjualan alat-alat pembikinan gula tebu rakyat.

3 Penerimaan kembali dari penjualan pacol, benih, dan lain-

lain.

5A.3A.1 Rencana Kesejahteraan Jawatan Kehewanan.

5A.3A.1.1 Penerimaan dari penjualan hewan ternak kecil.

2 Penerimaan dari penjualan hewan ternak besar.

---

PRESIDEN

5A.3A.1.3 Penerimaan dari penjualan ternak pembajak.

4 Penerimaan berhubung dengan penyuntikan ayam-ayam

terhadap pesudo-pes.

5 Penerimaan dari penjualan diktat-diktat guna pendidikan

mantri-mantri hewan dan kirmister-kirmister dan lain-lain.

6 Penerimaan dari penjualan ternak unggas yang dipelihara.

7 Penerimaan dari penangkapan sampai/kerbau yang menjadi

liar (buas).

8 Pendapatan dari Perusahaan susu dan Centrale di Grati dan

Pasar Minggu.

9 Penerimaan kembali untuk pemeriksaan anjing-anjing.

10 Penerimaan dari penetasan telur.

11 Pendapatan dari penjualan obat-obatan.

12 Pendapatan-pendapatan dari stasiun pemeliharaan ternak

(fokstation).

5A.4A.1 Rencana Kesejahteraan Jawatan Kehutanan.

5A.4A.1.1 Pembayaran kembali dari pembagian sepeda-sepeda.

2 Pembayaran kembali dari penjualan perkakas-perkakas

kepada orang-orang kontrak perkebunan.

3 Hasil dari penjualan minyak kayu putih, terpentin,

gondorukem dan lain-lain.

5A.5A..

---

PRESIDEN

RAKYAT.

5A.5A.1 Rencana Kesejahteraan Jawatan Karet Rakyat.

5A.5A.1.1 Penerimaan mangers.

2 Penerimaan lain-lain dari Jawatan Karet Rakyat.

DARAT.

5A.6A.1 Rencana Kesejahteraan Jawatan Perikanan Darat.

5A.6A.1.1 Hasil penjualan ikan, alat-alat penangkap ikan dan

sebagainya.

2 Penerimaan lain-lain.

5A.7A.1 Rencana Kesejahteraan Penerimaan lain-lain.

5A.7A.1.1 Penerimaan lain-lain Rencana Kesejahteraan sepanjang tidak

termasuk penerimaan lain-lain dari pelbagai jawatan dan

perusahaan.

Pasal 2

Undang-undang ini mulai berlaku pada hari diundangkan dan berlaku

surut sampai pada tanggal 1 Januari 1954.

Agar...

---

PRESIDEN

Agar supaya setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan

undang-undang ini dengan penempatan dalam Lembaran-Negara

Republik Indonesia.

Disahkan di Jakarta

pada tanggal 26 Oktober 1957

Presiden Republik Indonesia,

ttd

SOEKARNO

Diundangkan

pada tanggal 13 Nopember 1957

Menteri Kehakiman,

ttd

Menteri Pertanian,

ttd

SAJARWO