Permohonan Pengujian Materiil Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah terhadap Undang-Undang Dasar 1945;
Tanggal Putusan: 22 Januari 2015
Tanggal Registrasi: 2014-10-28
Pemohon
1. Jimmy Wilbaldus Sianto; 2. Ir. Yucundianus Lepa, M.Si; 3. Jefri Unbanunaek; kuasa kepada Muhammad Syukur Mandar, S.H., dkk
Majelis Hakim
Wahiduddin Adams (K) Maria Farida Indrati (A), Patrialis Akbar (A), Rizki Amalia (PP)
Amar Putusan
> Mengadili,
> Menyatakan permohonan para Pemohon tidak dapat diterima.
## Constitutional Analysis
### Pengujian Konstitusionalitas
Pengujian [[UU No. 17 Tahun 2014]] tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat terhadap [[UUD 1945]].
### Batu Uji
- [[Pasal 28D ayat (3) UUD 1945]]
- [[Pasal 28D ayat (1) UUD 1945]]
- [[Pasal 1 ayat (3) UUD 1945]]
- [[Pasal 27 ayat (1) UUD 1945]]
- [[Pasal 28C UUD 1945]]
- [[Pasal 28D UUD 1945]]
### Putusan
Status: **Tidak Dapat Diterima**
## Dampak Putusan
### Implikasi Hukum
Permohonan tidak memenuhi syarat formal. [[UU No. 17 Tahun 2014]] tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat tetap berlaku.
## Hakim Konstitusi
### Majelis Hakim
- **[[Hamdan Zoelva]]**
- **[[Arief Hidayat]]**
- **[[Muhammad Alim]]**
- **[[Aswanto]]**
- **[[Ahmad Fadlil Sumadi]]**
- **[[Anwar Usman]]**
- **[[Maria Farida Indrati]]**
- **[[Wahiduddin Adams]]**
## Related Cases
### Perkara yang Dirujuk
- [[006/PUU-III/2005]]
- [[11/PUU-V/2007]]
- [[133/PUU-VII/2009]]
- [[59/PUU-VI/2008]]
## Referensi
### Peraturan Terkait
- [[UU No. 17 Tahun 2014]] tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat
- [[UUD 1945]]
Pertimbangan Hukum
Pertimbangan Hukum Mahkamah - Menimbang bahwa pokok permohonan para Pemohon adalah pengujian konstitusionalitas [[Pasal 327 ayat (2)]] dan ayat (3) [[Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014]] tentang [[Majelis Permusyawaratan Rakyat]], [[Dewan Perwakilan Rakyat]], [[Dewan Perwakilan Daerah]], dan [[Dewan Perwakilan Rakyat]] Daerah (Lembaran Negara Republik I... - Menimbang bahwa sebelum mempertimbangkan pokok permohonan, [[Mahkamah Konstitusi]] (selanjutnya disebut Mahkamah) terlebih dahulu akan mempertimbangkan: a.. kewenangan Mahkamah untuk
