Pencarian
Pendanaan untuk penyelenggaraan kegiatan ULD Ketenagakerjaan dapat bersumber dari: - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; - anggaran pendapatan dan belanja daerah; dan - sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Perencanaan pengelolaan aset Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat **(3) huruf a disusun sesuai dengan tahapan yang ditetapkan** dalam standar perencanaan yang berlaku secara nasional yang mencakup: - inventarisasi data dan informasi
**(1) Inventarisasi aset Jaminan Sosial Ketenagakerjaan** sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a ditujukan untuk mengumpulkan data dan informasi aset termasuk Liabilitas Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. **(2) Pengumpulan data dan informasi sebagaimana dimaksud**
Rancangan rencana pengelolaan aset Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b memuat rencana pengelolaan: - aset dan Liabilitas BPJS Ketenagakerjaan. - aset dan Liabilitas Dana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Rancangan rencana pengelolaan aset Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 terdiri atas: - rancangan rencana strategis; dan - rancangan rencana kerja anggaran tahunan. Paragraf 2 Rancangan Rencana Strategis
**(1) Sumber aset Dana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan** sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf b terdiri atas: - Iuran jaminan sosial ketenagakerjaan termasuk bantuan iuran; - hasil . . . --- --- Page 11 --- - 11 - - hasil pengembangan D
**(1) Liabilitas Dana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan terdiri** atas: - Liabilitas jaminan kecelakaan kerja; - Liabilitas jaminan kematian; - Liabilitas jaminan hari tua; dan - Liabilitas jaminan pensiun. **(2) Liabilitas jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian** se
Pengelolaan aset dan Liabilitas Dana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 dan ### Pasal 18 dipisahkan untuk masing-masing program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
**(1) Penggunaan aset Dana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan** sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf b dapat dilakukan untuk: - pembayaran manfaat atau pembiayaan layanan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan; - Dana Operasional penyelenggaraan program Jaminan Sosial <
**(1) Pengembangan aset Dana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan** sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 huruf b wajib memperhatikan karakter kewajiban dari program jaminan sosial yang dikelola. **(2) Pengembangan aset Dana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan** sebagaimana dimaksud
**(1) Kesehatan keuangan aset BPJS Ketenagakerjaan** sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 huruf a yang mengalami Surplus pada suatu tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf a digunakan untuk: - menambah Aset Bersih BPJS Ketenagakerjaan; dan/atau
Ketentuan mengenai standar kesehatan keuangan BPJS Ketenagakerjaan diatur dalam peraturan Menteri. Paragraf 3 Kesehatan Keuangan Dana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Kesehatan keuangan aset Dana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 huruf b yang mengalami Surplus pada suatu tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf a digunakan untuk menambah Aset Bersih Dana Jaminan Sosial Ketenaga
Pengawasan pengelolaan aset Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat **(3) huruf c dilakukan melalui pengawasan:** - internal; dan - eksternal.
Pengawasan internal terhadap penyelenggaraan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 huruf a dilakukan oleh Dewan Pengawas dan satuan pengawas internal.
**(1) Pengawasan Eksternal penyelenggaraan program Jaminan** Sosial Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam ### Pasal 55 huruf b dilakukan oleh DJSN dan lembaga pengawas independen. **(2) Pengawasan independen sebagaimana dimaksud pada ayat** **(1) dilakukan oleh Otoritas
**(1) Pengawasan penggunaan TKA dilaksanakan oleh:** - Pengawas Ketenagakerjaan pada kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan dan/atau dinas yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaa
Pemberian manfaat uang tunai diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Bagian Ketiga Manfaat Akses Informasi Pasar Kerja
**(1) Keterlambatan pembayaran Iuran Program Jaminan** Sosial Ketenagakerjaan yang melebihi batas waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dikenakan denda sebesar 0,5% (nol koma lima persen) untuk setiap bulan keterlambatan. **(2) Pelunasan atas penundaan pembayaran s
**(1) Pendataan dan pendaftaran oleh Atase** Ketenagakerjaan atau pejabat dinas luar negeri yang ditunjuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat **(2) huruf a dilakukan terhadap:** - surat permintaan Pekerja Migran Indonesia dari Pemberi Kerja; - Perjanjia
