Langsung ke konten

Pencarian

KEPRES 86/2002 Pasal 1

## Pasal 1 ### Pembentukan Badan Pengatur Dengan Keputusan Presiden ini dibentuk **Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas Bumi melalui Pipa**, yang selanjutnya disebut **[[BPH Migas|Badan Pengatur]]**. > [!important] Pemben

KEPRES 86/2002 Pasal 2

## Pasal 2 ### Kedudukan dan Kantor Pusat Badan Pengatur **berkedudukan** dan **berkantor pusat** di **Jakarta**. > [!note] Lokasi Kantor > Kedudukan di Jakarta menetapkan yurisdiksi dan domisili hukum BPH Migas > [!tip] Implikasi Administratif > Kedudukan di ibu kota memfasilitasi k

KEPRES 86/2002 Pasal 3

## Pasal 3 ### Sifat Independen **Badan Pengatur** merupakan lembaga pemerintah yang dalam melaksanakan fungsi, tugas, dan wewenangnya **bersifat independen**. > [!important] Prinsip Independensi > BPH Migas adalah **lembaga independen** yang tidak berada di bawah pengaruh kepentingan

KEPRES 86/2002 Pasal 4

## Pasal 4 ### Fungsi Badan Pengatur **Fungsi** Badan Pengatur adalah melakukan **pengawasan** terhadap pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Pengangkutan Gas Bumi melalui pipa, dalam suatu pengaturan agar: - **Ketersediaan dan distribusi** Bahan Bakar Minya

KEPRES 86/2002 Pasal 5

## Pasal 5 ### Tugas Badan Pengatur Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud dalam [[KEPRES_86_2002_PASAL_4|Pasal 4]], Badan Pengatur mempunyai tugas **mengatur dan menetapkan**: a. **Ketersediaan dan distribusi** Bahan Bakar Minyak; b. **Cadangan Bahan Bakar Minya

KEPRES 86/2002 Pasal 6

## Pasal 6 ### Wewenang Badan Pengatur Dalam menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam [[KEPRES_86_2002_PASAL_5|Pasal 5]], Badan Pengatur mempunyai **wewenang**: ### a. Kewajiban Operasi di Daerah Khusus Menetapkan **kewajiban** Badan Usaha yang akan atau telah melakuk

KEPRES 86/2002 Pasal 7

## Pasal 7 ### Tanggung Jawab (1) Badan Pengatur **bertanggung jawab kepada Presiden**. (2) Kepala Badan Pengatur **wajib memberikan laporan** kepada Presiden melalui **Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral** mengenai hasil kerjanya secara berkala **setiap 6 (enam) bulan** dan/atau a

KEPRES 86/2002 Pasal 8

## Pasal 8 ### Komposisi Organisasi (1) Badan Pengatur terdiri atas **komite** dan **bidang**. (2) Badan Pengatur dipimpin oleh **Kepala Badan Pengatur**. > [!info] Struktur Dasar > - **Komite**: Organ kebijakan dan keputusan strategis > - **Bidang**: Unit operasional (Direktorat) >

KEPRES 86/2002 Pasal 9

## Pasal 9 ### Komite (1) Komite terdiri atas: - **1 (satu) orang Ketua** merangkap Anggota; dan - **8 (delapan) orang Anggota** yang berasal dari **tenaga profesional**. (2) Ketua dan para Anggota Komite sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) **diangkat dan diberhentikan** oleh **Presi

KEPRES 86/2002 Pasal 10

## Pasal 10 ### Kepala Badan Pengatur **Ketua Komite** adalah **Kepala Badan Pengatur**. > [!info] Dual Role > Ketua Komite = Kepala Badan Pengatur (merangkap jabatan) ---

KEPRES 86/2002 Pasal 11

## Pasal 11 ### Direktorat (1) Bidang sebagaimana dimaksud dalam [[KEPRES_86_2002_PASAL_8|Pasal 8 ayat (1)]] terdiri atas **2 (dua) bidang** yang merupakan **Direktorat-direktorat**, masing-masing dipimpin oleh seorang **Direktur**. (2) Direktorat sebagaimana dimaksud dal

KEPRES 86/2002 Pasal 12

## Pasal 12 ### Sekretariat Badan Pengatur (1) Untuk kelancaran pelaksanaan fungsi dan tugas Badan Pengatur, dibentuk **Sekretariat Badan Pengatur** yang dipimpin oleh **Sekretaris Badan Pengatur**. (2) Sekretariat Badan Pengatur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) membawahkan **3 (ti

KEPRES 86/2002 Pasal 13

## Pasal 13 ### Status Kepegawaian (1) **Direktur** dan **kelompok kerja**, serta **Sekretaris Badan Pengatur**, **Kepala Bagian**, **Kepala Sub Bagian** dan **pegawai lainnya** di bawah jabatan-jabatan tersebut adalah pegawai Badan Pengatur berstatus **Pegawai Negeri Sipil yang diperb

KEPRES 86/2002 Pasal 14

## Pasal 14 ### Ketentuan Khusus PNS Komite (1) Pegawai Negeri Sipil yang **diangkat sebagai Ketua dan/atau Anggota Komite** diberhentikan dari jabatan organiknya selama menjadi Ketua dan/atau Anggota Komite **tanpa kehilangan statusnya** sebagai Pegawai Negeri Sipil. (2) Pegawai Nege

KEPRES 86/2002 Pasal 15

## Pasal 15 ### Eselon Struktural (1) **Direktorat** dan **Sekretariat Badan Pengatur** sebagaimana dimaksud dalam [[KEPRES_86_2002_PASAL_11|Pasal 11]] dan [[KEPRES_86_2002_PASAL_12|Pasal 12 ayat (1)]] adalah jabatan struktural **eselon IIa**. (2) **Bagian**

KEPRES 86/2002 Pasal 16

## Pasal 16 ### Penutup - Mulai Berlaku Keputusan Presiden ini **mulai berlaku** pada tanggal **ditetapkan**. **Ditetapkan di Jakarta** pada tanggal **30 Desember 2002** **PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA** ttd **MEGAWATI SOEKARNOPUTRI** > [!info] Tanggal Penetapan > **30 Desember 2002**

PERMEN LHK/16 Pasal 1

## Pasal 1 ### Modifikasi Definisi Beberapa ketentuan dalam [[PERMENLHK_5_2014|Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah]] diubah sebagai berikut: > [!note] Amendment Structure > Typical amendment articles modify specific definitions or provisi

PERMEN LHK/16 Pasal 2

## Pasal 2 ### Berlaku dan Pencabutan (1) Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. (2) Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, maka ketentuan yang bertentangan dengan Peraturan Menteri ini dinyatakan tidak berlaku. > [!note] Legal Effect > This amendment superse

ARTICLES / Pasal 1

## Pasal 1 ### DEFINISI Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. **Industri pelapisan logam** adalah industri yang bergerak dalam bidang pelapisan suatu benda logam atau plastik dengan logam lain untuk menghasilkan ketahanan terhadap korosi atau peningkatan sifat fisik ata

ARTICLES / Pasal 2

## Pasal 2 ### TUJUAN PERATURAN Peraturan Menteri ini bertujuan untuk memberikan acuan mengenai baku mutu air limbah kepada: a. **Gubernur** dalam menetapkan baku mutu air limbah yang lebih ketat; dan b. **Penyusun dokumen Amdal, UKL-UPL**, atau dokumen kajian pembuangan air limbah d