Langsung ke konten

Pencarian

KEMENKEU 154/pmk Pasal 39

( 1) Persetujuan Restrukturisasi Aset Kredit berupa penjadwalan kembali dan perubahan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (1) huruf a dan huruf b dilakukan oleh Direktur Jenderal. **(2) Persetujuan Restrukturisasi Aset Kredit berupa** pengurang

KEMENKEU 154/pmk Pasal 55

Tata cara pengaJuan usulan Penghapusan Secara Bersyarat atau Penghapusan Secara Mutlak atas Aset Kredit berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan piutang negara. Bagian Kesatu Umum Pasal56 Pengelolaan Aset Properti meliputi: - pe

KEMENKEU 154/pmk Pasal 63

Petunjuk teknis pemeliharaan dan pengamanan fisik dan Dokumen Aset Properti berpedoman pada ketentuan pemeliharaan dan pengamanan Aset yang ditetapkan oleh Direktur J enderal. Bagian Keempat Penjualan Paragraf 1 Umum Pasal64 **(1) Direktur Jenderal dapat melakukan pen

KEMENKEU 154/pmk Pasal 71

**(1) Berdasarkan persetujuan Direktur Jenderal sebagaimana** dimaksud dalam Pasal 70 ayat (5), pemohon menyetorkan kompensasi secara sekaligus ke kas negara paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal persetujuan ditetapkan. **(2) Berdasarkan bukti pembayaran ke

KEMENKEU 154/pmk Pasal 77

Biaya Penilaian Aset Properti oleh Penilai Publik sebagaimana dimaksud Pasal 76 huruf b menjadi beban Badan Usaha Milik Negara calon penerima penyertaan modal negara berupa Aset Properti.

KEMENKEU 154/pmk Pasal 83

**(1) Berdasarkan persetujuan Sewa sebagaimana dimaksud** dalam Pasal 82 ayat (4), Kepala Kantor Wilayah atas nama Menteri menindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian Sewa dengan pihak penyewa. **(2) Perjanjian Sewa sebagaimana dimaksud pada ayat (1)** paling sedikit memua

KEMENKEU 154/pmk Pasal 88

**(1) Pemberian Masa Tenggang sebagaimana dimaksud dalam** ### Pasal 87 ayat (1) huruf a dapat diberikan dalam hal Aset Properti yang disewakan memerlukan renovasi, perubahan, atau tambahan bangunan. **(2) Pemberian Masa Tenggang sebagaimana dimaksud pada** ayat (1) dapa

KEMENKEU 154/pmk Pasal 89

**(1) Keringanan berupa pembayaran uang Sewa secara** bertahap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 ayat (1) huruf b dapat diberikan dalam hal: - Aset Properti yang disewakan memerlukan renovasi, perubahan, atau tambahan bangunan; dan/ atau - jangka waktu Sewa lebih dari

KEMENKEU 154/pmk Pasal 92

Sewa berakhir dalam hal: - berakhirnya jangka waktu Sewa sebagaimana tertuang dalam perjanjian Sewa; - pengakhiran perjanjian Sewa secara sepihak oleh Kepala Kantor Wilayah atas nama Menteri; www.jdih.kemenkeu.go.id --- --- Page 62 --- - 62 - - berlakunya syarat batal sesuai perja

KEMENKEU 155/pmk Pasal 2

Bea Masuk Tindakan Pengamanan se bagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dikeriakan selama 3 (tiga) tahun dengan ketentuan sebagai berikut: Besaran Bea Masuk No Peri ode Tindakan Pengamanan Terhadap Nilai Impor Tahun Pertama, dengan 1 Periode 1 (satu) tahun sej

KEMENKEU 155/pmk Pasal 3

Bea Masuk Tindakan Pengamanan sebagaimana dimaksud dalam ### Pasal 1 dikenakan terhadap importasi dari semua negara, kecuali terhadap produk-produk steel wire rod yang berasal dari negara­ negara sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan da

KEMENKEU 155/pmk Pasal 4

**(1) Pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengam(;l.nan ·** sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 merupakan: - tambahan bea masuk umum (Most Favoured Nation); atau - tambahan bea masuk preferensi berdasarkan skema­ skema perjanjian perdagangan barang internasional yang

KEMENKEU 155/pmk Pasal 5

Terhadap impor produk produk steel wire rod yang berasal dari negara-negara yang dikecualikan dari pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan negara-negara yang memiliki kerja sama perdagangan dengan Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal

Ketentuan mengenai pengenaan tarif Bea Masuk Tindakan Pengamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 berlaku sepenuhnya terhadap impor barang yang dokumen pemberitahuan pabean impor dimaksud mendapat nomor pendaftaran dari Kantor Pabean pelabuhan pemasukan sejak tanggal berlaku

KEMENKEU 155/pmk Pasal 4

**(1) Dalarn rangka rnelakukan identifikasi sebagairnana** dirnaksud dalarn pasal 3 ayat { 2) huruf a, Akuntan dan Akuntan Publik wajib rnerninta inforrnasi dan Dokurnen kepada Pengguna Jasa terrnasuk hubungan usaha atau perikatan lainnya (legal arrangements)

KEMENKEU 155/pmk Pasal 14

**(1) Akuntan danjatau Akuntan Publik yang** melakukan pelanggaran ketentuan administratif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1), ### Pasal 4 ayat (1), Pasal 5 ayat (1), Pasal 5 ayat (2), ### Pasal 6 aya

KEMENKEU 155/pmk Pasal 4

Menteri selaku pengelola fiskal dalam mengelola PNBP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a berwenang: - menyusun kebijakan umum Penge1olaan PNBP; - mengevaluasi, menyusun, dan/atau menetapkan Jen1s dan tarif PNBP pada Instansi Pengelola PNBP berdasarkan usulan dari lnstan

KEMENKEU 155/pmk Pasal 5

(1) Pimpinan Instansi Pengelola PNBP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) mempunyai kewenangan untuk mengelola PNBP pada Instansi Pengelola yang dipimpinnya. (2) Dalam mengelola PNBP sebagaimanan dimaksud pada ayat (1), Pimpinan Instansi Pengelola PNBP bertugas: - me

KEMENKEU 155/pmk Pasal 6

(1) Penunjukan Pejabat Kuasa Pengelola PNBP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (4) bersifat ex officio yang melekat pada jabatan Kuasa Pengguna Ar1ggaran. (2) Dalarn menjalankan tugas pengelolaan PNBP, Pejabat Kuasa Pengelola PNBP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat

KEMENKEU 155/pmk Pasal 7

(1) Dalam hal diperlukan untuk menunJang pelaksanaan kewenangan Pengelolaan PNBP se bagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2), Pimpinan Instansi Pengelola PNBP atau Kuasa Pengguna Anggaran pada unit eselon I atau pada unit eselon II yang diberikan kewenangan dapat menunjuk dan menet