Pencarian
Ralat karena kesalahan administrasi/ revisi administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) huruf c meliputi: - ralat kode akun sesuai kaidah akuntansi sepanjang dalam peruntukan dan sasaran yang sama; - ralat kode Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dala
( 1) Perubahan karena penghapusan/perubahan catatan dalam halaman IV DIPA sebagaimana dimaksud dalam ### Pasal 5 ayat (3) huruf k merupakan penghapusan/ perubahan sebagian atau seluruh catatan dalam halaman IV DIPA pada alokasi yang ditetapkan untuk mendanai suatu Kegiatan.
**(1) Dalam hal untuk melaksanakan Kegiatan/Keluaran** (Output) yang dananya bersumber dari PHLN/PHDN termasuk Penerusan Pinjaman membutuhan penambahan dan/atau perubahan cara penarikan PHLN/PHDN sebagaimana dimaksud dalam ### Pasal 5 ayat (3) huruf I, Kuasa
**(1) Pergeseran anggaran dalam rangka penyelesaian** putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht) sebagaimana dimaksud dalam ### Pasal 5 ayat (3) huruf m merupakan kewajiban pengeluaran yang timbul sehubungan dengan putusan pengadilan yang tel
**(1) Penambahan/perubahan Rumusan Kinerja** sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf o dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja Kementerian/Lembaga dan/atau menindaklanjuti adanya perubahan tugas dan fungsi. **(2) Penambahan/perubahan Rumusan
**(1) Perubahan komposisi instrumen pembiayaan utang** sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf p dapat dilakukan dalam rangka efisiensi pendanaan dan/ atau percepatan pencapaian kinerja sebuah Kegiatan. **(2) Perubahan komposisi instrumen pembiayaan utang**
Pergeseran anggaran dari BA BUN Pengelolaan Belanja Lainnya (BA 999.08) ke BA K/L sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (4) huruf a bersifat insidentil dan menambah pagu anggaran belanja Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2015, tetapi tidak menjadi dasar perhitungan untuk
Pergeseran anggaran antar subbagian anggaran dalam Bagian Anggaran 999 (BA BUN) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (4) huruf b merupakan pergeseran anggaran yang dilakukan dalam rangka memenuhi kewajiban Pemerintah selaku pengelola fiskal. 1. Ketentuan ayat (1)
**(1) pergeseran anggaran antar Program dalam rangka** memenuhi kebutuhan Biaya Operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (4) huruf c dapat dilakukan sepanjang tidak mengurangi volume Keluaran (Output) dalam DIPA dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Biaya
Pergeseran anggaran dari BA K/L ke BA BUN sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 5 ayat (4) huruf d dapat dilakukan
karena adanya kebijakan Pemerintah, direktif Presiden,
dan/atau direktif Wakil Presiden.
1. Di antara Pasal 39 dan Pasal 40 disisipkan 2 (dua)
**(1) Pergeseran anggaran antar Program dalam rangka** penyediaan dana untuk penyelesaian likuidasi Satker sebagaimana dimaksud pada Pasal 5 ayat (4) huruf e dan ayat (5) huruf n dapat dilakukan sepanjang likuidasi Satker tersebut telah disetujui DPR. **(2) Pergeseran an
**(1) Pergeseran anggaran antara Program lama dan Program** baru dalam rangka penyelesaian administrasi DIPA baru sebagaimana dimaksud pada Pasal 5 ayat (4) huruf f dan huruf g dapat dilakukan sepanjang pagu Program lama dan pagu Program baru telah disetujui DPR. **(2) Ketentuan seb
**(1) Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal Anggaran** sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf a meliputi: - perubahan rincian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran termasuk pergeseran rincian anggarannya; - perubahan atau perges
**(1) Revisi Anggaran pada Kantor Wilayah Direktorat** Jenderal Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf b meliputi: - perubahan rincian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran termasuk pergeseran rincian anggarannya;
Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan Eselon I Kementerian/Lembaga se bagaimana dimaksud dalam ### Pasal 52 huruf c meliputi: - pergeseran anggaran dalam Keluaran (Output) yang sama, Kegiatan yang sama, dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah
( 1) Revisi Anggaran pada Kuasa Pengguna Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf d merupakan Revisi Anggaran dalam hal pagu anggaran tetap meliputi: - pergeseran anggaran dalam 1 (satu) Keluaran (Output), 1 (satu) Kegiatan, dan 1 (satu) Satker; dan/a
**(1) Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan DPR RI** sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf e meliputi: - tambahan Pinjaman Proyek Luar Negeri/Pinjaman Dalam Negeri baru setelah UndĊng-Undang mengenai APBN Tahun Anggaran 2015 ditetapkan; - pergeseran anggaran a
**(1) Revisi Anggaran pada BA BUN sebagaimana dimaksud** dalam Pasal 65 meliputi: - perubahan rincian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran termasuk pergeseran rincian anggarannya; - perubahan atau pergeseran rincian anggaran dalam hal pagu
( 1) Mekanisme Revisi Anggaran pada BA BUN yang memerlukan penelaahan sebagaimana dimaksud dalam ### Pasal 67 ayat (1) dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: - Kuasa Pengguna Anggaran BUN menyampaikan usulan Revisi Anggaran kepada PPA BUN dengan melampirkan dokumen pe
**(1) Mekanisme Revisi Anggaran pada BA BUN yang tidak** memerlukan penelaahan sebagaimana dimaksud dalam ### Pasal 67 ayat (2) dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: www.jdih.kemenkeu.go.id --- --- Page 28 --- - 28 - - Kuasa Pengguna Anggaran BUN menyampa
